Gol pertama jadi awal aksi tak terpuji fans Hungaria dimana saat Sterling berselebrasi di sudut lapangan usai mencetak gol dan memperlihatkan kaus dalamnya, lemparan beberapa buah gelas dan botol plastic langsung menerpanya. Kapten Harry Kane langsung menarik Sterling ke tengah lapangan menghindari hal it uterus terjadi.
Sterling sendiri berselebrasi dengan baju kaos bertuliskan 'Love you forever Steffie Gregg' yang didedikasikan untuk sahabat wanitanya itu yang meninggal karena Covid-19 pekan lalu dalam usia 26 tahun.
Sebelum aksi pelemparan berlangsung, fans Hungaria juga sudah mencemooh pemain Inggris yang melakukan aksi berlutut sebelum laga dimulai sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi rasis di sepakbola. FIFA sendiri sejatinya menempatkan Hungaria sebagai daftar merah pelecehan rasis dan homofobik tinggi di sepakbola Eropa.
Selain lemparan dan cemoohan, fans Hungaria juga menyanyikan lagu rasis selama pertandingan yang diarahkan pada Sterling dan pemain pengganti Inggris berusia 18 tahun Jude Bellingham ketika ia melakukan pemanasan di pinggir lapangan.
Apa yang dilakukan fans Hungaria juga pernah mereka arahkan kepada skuat Irlandia saat laga persahabatan jelang Piala Eropa 2020 lalu.
Hongaria juga memiliki masalah selama Euro 2020 dengan nyanyian homofobik di setiap pertandingan grup mereka yang melibatkan Prancis, Portugal dan Jerman.
Menjelang pertandingan Inggris di Budapest dini hari tadi, Fare Network sempat mengkhawatirkan hal itu dan ternyata terjadi.
"Semua orang dari Cristiano Ronaldo dan pemain Prancis dilecehkan [selama pertandingan Euro 2020 di Budapest], homofobia dan ada nyanyian monyet pada pemain Prancis dan semua itu menyebabkan UEFA melarang [penggemar] untuk tiga pertandingan," kata Piara Powar, kepala eksekutif dari Fare Network dilansir dari Dailymail.com hari ini.
UEFA tidak mengambil tindakan setelah mencemooh para pemain Irlandia, tetapi Powar mengharapkan FIFA untuk mengambil tindakan yang lebih keras jika ada penentangan yang meluas terhadap gerakan anti-rasisme kali ini.
“Kami akan menganjurkan kepada FIFA itu merupakan pelanggaran dan FIFA mungkin akan mengambil pendekatan yang berbeda dari UEFA,” sebut Powar lagi.
Sayangnya aksi negative fans Hungari itu ternyata mendapat dukungan dari Perdana Menteri Hongaria Victor Orban.
Orban membela penggemar yang mencemooh dan memperingatkan orang lain untuk tidak 'memprovokasi' mereka dengan membuat gerakan anti-rasisme
“Jika Anda seorang tamu di suatu negara maka pahami budayanya dan jangan memprovokasinya,” tegas Orban.
“Para penggemar bereaksi karena mereka terprovokasi,” sebutnya.
Laga dini hari tadi jadi laga tandang pertama Inggris yang dihadiri penonton setelah selama hampir dua tahun karena pandemi virus corona.
Editor: Aspian Nur