Tak pelak, hal itu membuat Muhammad Gumuskaya, pencetak gol tunggal kemenangan Fenerbahce ke gawang HJK Helsinki pada leg pertama Europa League Jumat (20/8/2021) dini hari tadi terlihat seperti “orang bodoh”.
Bagaimana tidak, Gumuskaya yang melakukan selebrasi sembari berlari harus mencari logo timnya yang biasa terpasang di baju namun tak menemukannya.
Cukup lama Gumuskaya terlihat seperti orang kebingungan sembari melihat ke jersey yang dikenakannya karena mencari logo Fenerbahce yang memang tidak ada, hanya ada gambar macan dan tulisan nama klub di dadanya.
Sontak apa yang terjadi dengan Gumuskaya mengundang banyak pertanyaan terkait dengan keputusan Puma “membuang” logo tim di jersey. Diketahui Puma memang sudah meluncurkan kostum tanpa lencana untuk banyak tim di Eropa musim ini.
Manchester City termasuk dalam tim yang bekerjasama dengan Puma dan tak menempatkan logo tim di kostum mereka dan membuat fans The Citizens menyebutnya “benar-benar mengerikan” dan “terburuk yang pernah ada”.
Fans Fenerbahce pun saat melihat kebingungan Gumuskaya ikut emosi karena tak melihat ada logo tim pada baju yang dikenakan pemain. “Sebuah jersey yang luar biasa,” sindir fans Fenerbahce.
Pada perhelatan Piala Eropa 2020 lalu, Swiss dan Italia jadi negara yang bekerjasama dengan Puma namun masih ada logo negara di jersey pemain meski terlihat lebih kecil.
Puma mengungkapkan apa yang mereka lakukan bertujuan untuk melakukan inovasi, menentang konvensi, dan membawa produk segar ke sepakbola.
“Menciptakan ekspresi baru identitas klub di bagian depan jersey dengan menata ulang jersey sepakbola tradisional dalam pendekatan baru menggabungkan sepak bola dan budaya streetwear,” sebut perwakilan Puma dilansir dari laman Dailymail.com
Carl Tuffley, kepala senior manajer desain Teamsport mengatakan tujuan mereka adalah menentang “desain jersey sepakbola tradisional”.
“Kami ingin mengubah persepsi tentang jersey sepakbola konvensional. Jersey ketiga Manchester City memberikan kesempatan untuk tampil berani, jadi kami ingin memberi energi kembali pada jersey ini dan mengambil arah baru,” jelas Tuffley.
Editor: Aspian Nur