Gesture Saunders memperlihatkan dirinya menyilangkan tangannya membentuk huruf X selama upacara penyerahan medali berlangsung di Stadion Olimpiade, Tokyo, setelah Saunder yang berdarah Afrika-Amerika itu meraih medali perak.
Saunders yang berkulit hitam dan pendukung hak-hak LGBT menjelaskan aksinya itu sebagai bentuk solidaritas pada 'orang-orang tertindas'.
Saunders sama sekali tidak peduli dengan kemungkinan hukuman yang diberikan kepada dirinya. “Saya melakukan sesuatu yang lebih besar. Yang penting adalah berteriak kepada semua orang kulit hitam saya, kepada seluruh komunitas LGBT saya, kepada semua orang kesehatan mental saya, yang lebih besar dari kami," kata Saunders dikutip dari dailymail.com Selasa (3/8/2021) hari ini.
"Ada begitu banyak orang yang mengagumi kami, yang ingin melihat apakah kami mengatakan sesuatu atau berbicara mewakili mereka," paparnya.
Protes Saunders menjadi ujian pertama dari aturan Komite Olimpiade Internasional yang melarang protes dalam bentuk apa pun di podium medali.
IOC mengubah aturannya mengenai protes atlet menjelang pertandingan, dengan mengatakan protes damai sebelum kompetisi akan diizinkan.
Karena itu tidak jelas sanksi apa yang akan diberikan kepada Saunders.
Pedoman IOC baru, yang dirilis bulan lalu, mengatakan konsekuensi sanksi disiplin untuk aksi protes akan 'sebanding dengan tingkat gangguan dan sejauh mana pelanggaran itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Olimpiade.
"Perlu memahami sepenuhnya apa yang telah terjadi dan dari sana membuat keputusan," jelas juru bicara IOC, Mark Adams.
"Kami berhubungan dengan Komite Olimpiade Amerika Serikat dan juga dengan Atletik Dunia. Sekarang kami sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan kami ambil," imbuh Mark.
Penulis/Editor: Aspian Nur