“Jadi tekanan, pressure yang ada di Olimpiade itu sangat besar, sangat sangat kuat. Jadi saya hanya berharap supaya mereka tidak terlalu tertekan, tidak terlalu merasa ada beban,” kata Amali dilansir dari laman resmi Kemenpora.go.id.
Menurut Amali, pernyataan tersebut disampaikan langsung dirinya kepada Greysia Polii/Apriyani Rahayu saat melakukan video call dengan atlet bulutangkis tersebut usai menang atas pasangan Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan.
“Saya sampaikan nggak usah mikirin beban apapun. Saya tidak memberi kamu beban, tetapi kamu main lepas, kamu main dengan enak saja, ya anggap saja sedang main di Pelatnas di tempat mereka di Cipayung sana,” harapnya.
Amali melanjutkan, apabila mereka tampil dengan beban dan tekanan maka hal itu dapat membuat mereka melakukan kesalahan-kesalahan dalam pertandingan karena tidak fokus.
“Saya bilang nggak mungkin, dia (atlet) berpikir ini menteri pasti membebani harus emas, saya bilang gak. Kamu sudah sampai di final saja saya sudah senang dan pasti rakyat Indonesia bangga dengan kalian. Jadi hal-hal yang seperti itu, harus dilakukan pada mereka. Sehingga mereka tidak merasa tertekan dan dia punya beban, harus dibuat rileks, serileks mungkin,” jelasnya.
Seperti diketahui, Greysia/Apriyani berhasil melaju ke final setelah menang atas pasangan Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan. Greysia/Apriyani menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-17 dalam laga yang berlangsung ketat. Mereka akan bertanding di final Senin (2/8/2021) besok menghadapi pasangan ganda putri China melawan pasangan China Y.F. Jia dan Q.C. Chen pukul 12.00 WITA.
Editor: Aspian Nur