Di media sosial Twitter, nama Ginting jadi trending topik bukan karena ciutan masyarakat Indonesia tapi justru dari fans Malaysia yang lebih dominan. Tercatat ada 284 ribu lebih cuitan menuliskan kata Ginting di media sosial berlogo burung pipit tersebut.
Ginting akan menghadapi Chen Long pada semifinal tunggal putra badminton Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza siang nanti. Ginting ke fase empat besar setelah mengalahkan wakil Denmark yang juga unggulan ketiga di Olimpiade Anders Antonsen 21-18, 15-21, 21-18, Sabtu (31/7/2021) kemarin.
Adalah pendakwah terkenal Malaysia, Mohamad Dhiayaudin Abdul Kadir yang lewat akun Twitter pribadinya, @AdDien90, mencuit harapan agar Ginting bisa menang atas Chen Long yang merupakan unggulan keenam di Olimpiade Tokyo dan peraih medali emas Olimpiade 2016 di Rio Brasil.
“Kita menang lawan The Daddies Indonesia . Tapi esok kita wira Indonesia, Ginting akan melawan Chen Long dari China, sang pemusnah harapan Malaysia. Sokong Indonesia esok! Buat Indonesia, mohon bantai Chen Long,” tulisnya yang langsung mendapat tanggapan positif dari netizen Malaysia lainnya.
“Semoga Ginting menang. Rasain lu Chen Long kepedasan smash pecal ayam!!,” tulis @bimidu. Sementara itu, @meowning membuat unggahan yang menunjukkan Indonesia dengan Malaysia sejatinya bersaudara.
“Kemenangan Indonesia adalah kemenangan Malaysia juga. Kita kan saudara. Ayuhh Indonesia!!! Do ur best!,” cuitnya. Dari Indonesia, dukungan diberikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. “Ayo warga Sumatera Utara! Kita berikan dukungan kepada Anthony Sinisuka Ginting yang akan berjuang di babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020 hari ini jam 11.50 WIB.
Doakan semoga putra Karo kebanggaan kita ini bisa lolos ke babak Final dan meraih medali emas Olimpiade di Tokyo,”tulis Edy lewat akun @RahmayadiEdy Sukses Ginting ke semi final sendiri mengakhiri rekor buruk nomor tunggal putra Indonesia di Olimpiade.
Pebulutangkis 24 tahun itu menjadi tunggal putra pertama Indonesia yang mampu melangkah ke semi final Olimpiade dalam 17 tahun terakhir sejak Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro pada Olimpiade Athena 2004.
Ketika itu Taufik Hidayat sukses melangkah ke final dan merebut medali emas Olimpiade Athena usai mengalahkan Shon Seung Mo dari Korea Selatan. Sementara Sony merebut medali perunggu usai menundukkan wakil Thailand Boonsak Ponsana.
Penulis/Editor: Aspian Nur