Semua pemain berusia di bawah 18 tahun itu diskors dari akademi Portsmouth namun diberi hak untuk banding atas pemecatan yang mereka lakukan. Diketahui pada final melawan Italia, tiga pemain Inggris yaitu Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka merupakan tiga pemain yang gagal dan ketiganya berkulit hitam.
Karena kegagalan itu sekelompok pemain akademi Portsmouth saling mengirim pesan yang melecehkan. Penyelidikan dilakukan manajemen tim tetapi mereka yang tidak terlibat dalam aksi pelecehan itu kembali berlatih.
“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa keputusan telah dibuat hari ini untuk melepaskan tiga pemain dari akademi. Para pemain ini memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan klub,” tulis manajemen Portsmouth dilansir dari The Sun Kamis (29/7/2021) hari ini.
"Portsmouth Football Club berkomitmen penuh untuk menghapus segala bentuk diskriminasi. Kami adalah bagian dari komunitas yang beragam dan berdedikasi untuk mempromosikan lingkungan kesetaraan dan inklusi setiap saat - baik di dalam klub sepak bola maupun di masyarakat kita yang lebih luas,” papar mereka.
"Kami juga terus memohon dengan hormat untuk pertimbangan semua orang dalam penggunaan posting media sosial yang ditujukan kepada karyawan klub dan pihak eksternal lainnya," jelas mereka lagi.
Diketahui aksi pelecehan yang dilakukan pemain U-18 Portsmouth berupa mengirim emoji monyet dan menulis "rumah dibom" dan "ancaman kematian segera" dalam serangkaian pesan yang benar-benar mengganggu.
Pesan mengerikan lainnya berbunyi: "F** the n**s absolute c**ts."
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengecam individu-individu atas aksi rasialisme itu. “Kepada mereka yang telah mengarahkan pelecehan rasis pada beberapa pemain, saya katakan malu pada Anda. Saya harap Anda akan merangkak kembali ke bawah batu tempat Anda muncul," sindir Boris.
Foto bintang Arsenal Bukayo Saka yang masih berusia 19 menyentuh hati saat ia menangis setelah gagal mengeksekusi penalti yang menentukan dalam adu penalti melawan Italia. Namun beberapa saat kemudian, emoji monyet dan pisang mulai membanjiri akun Instagram miliknya.
Sementara Rashford yang berusia 23 tahun dan Sancho yang masih berusia 21 tahun menghadapi pelecehan online serupa - dengan mural wajah mereka di Withington dirusak, sebelum akhirnya warga setempat berlomba untuk menutupinya.
Penulis/Editor: Aspian Nur