Sebanyak 50 poin dicetak Giannis ke keranjang Phoenix Suns pada final yang berlangsung Rabu (21/7/2021) siang tadi pada game keenam grand final dari tujuh pertandingan yang harus dilewati. Buck mengalahkan Suns dengan skor 105-98, membuat skor 4-2 untuk kemenangan Bucks yang tak mungkin dikejar oleh sang rival.
Bermain di Fiserv Forum Antetokounmpo menjadi bintang kemenangan dengan 50 poin, 5 blok, dan 14 rebound. Di kubu Suns, Paul Gasol menjadi pencetak skor terbanyak dengan 26 poin dan 5 assist.
Final NBA ini jadi kedua di masa pandemic Covid-19 dan jadi kompetisi terpendek dimana satu tim bermain 10 laga lebih sedikit setelah musim dimulai pada bulan Desember - kurang dari dua bulan setelah kampanye 2019-20 berakhir di Florida.
Antetokounmpo terpilih sebagai Most Valuable Player alias MVP pada laga yang disaksikan sekitar 65 ribu penonton.
"Orang-orang mengatakan kepada saya saya tidak bisa melakukan lemparan bebas dan saya melakukannya," kata Antetokounmpo setelah memenangkan gelar NBA pertamanya. "Dan aku juara yang luar biasa," tegasnya lagi.
"Sulit untuk menemukan lebih banyak kata untuk menggambarkan apa yang dilakukan Giannis," kata pelatih kepala Bucks Mike Budenholzer. "Cara dia melakukan lemparan bebas, cara dia melakukan segalanya, meningkatkan, ketenangan, kepercayaan diri kepada pemain lain, dia memiliki jiwa pemimpin,” papar Mike lagi.
Bagi Antetokounmpo, salah satu dari lima putra yang lahir dari imigran Nigeria, kemenangan bersama tim yang merekrutnya saat dirinya mendapat julukan “remaja kurus” pada tahun 2013 sangat penting.
"Saya ingin melakukannya di sini di kota dan saya ingin melakukannya di sini dengan orang-orang ini," kata Antetokounmpo.
Tanpa menyebut nama LeBron James atau Kevin Durant, Antetokounmpo menjelaskan pada konferensi pers pasca-pertandingannya bahwa ia tidak pernah tertarik untuk bekerja sama dengan All-Stars mapan untuk memenangkan gelar. “Itulah sisi keras kepala saya,” ungkapnya.
Antetokounmpo adalah pilihan mudah untuk mendapatkan penghargaan MVP setelah membukukan setidaknya 40 poin dan 10 rebound dalam tiga dari enam pertandingan di seri ini.
Sukses Giannis tahun ini melengkapi gelar untuk keluarganya secara pribadi. Ya tiga bersaudara dalam satu keluarga sudah punya cincin juara NBA
Selain Giannis, kakaknya yang juga bermain di Bucks, Thanasis, juga ikut kebagian merasakan cincin NBA.
Bedanya Thanasis tidak bermain sama sekali di gim keenam final. Dia sudah gabung Bucks sejak 2019 tapi cuma mencatatkan rataan 2,9 poin per gim di musim reguler ini, serta hanya tampil 13 kali dengan torehan 0,7 poin di fase playoff.
Tapi, ada klan Antetokounmpo lain yang lebih dulu meraih cincin juara NBA, yakni Kostas bersama LA Lakers musim lalu. Adik Giannis yang berumur 23 tahun itu juga bukan pilihan utama Lakers karena hanya tampil lima kali sepanjang musim reguler.
Sang ayah, Charles Antetokounmpo, yang merupakan mantan pesepakbola Nigeria, bisa tersenyum lebar melihat ketiga anaknya, terutama Giannis yang meraih titel juara NBA pertamanya setelah tujuh tahun di Bucks.
Penulis/Editor: Aspian Nur