Rasa kecewa fans membuat mereka menuding tiga pemain muda dari Manchester United dan Arsenal itu sebagai biang kegagalan mengangkat trofi. Marcus Rashford sudah merasakan tekanan saat mural atau gambar dirinya jadi sasaran anarkis berbau rasis dari fans Inggris namun belakang sudah dibersihkan oleh pendukung Inggris lain yang lebih paham bagaimana menyikap kegagalan.
Dan Jadon Sancho melalui akun media sosial Instagramnya Kamis (15/7/2021) hari ini mengunggah tulisan panjang mengenai ungkapan perasaan dirinya yang sedih dan kecewa atas kegagalan serta sikap fans Inggris itu. Sancho yang baru saja resmi bergabung dengan Setan Merah menyoroti dan mencela serangan rasis yang dialaminya bersama Rashford dan Saka.
“Pikiran pertama saya sebelum pergi ke pertandingan adalah selalu "Dapatkah saya membantu tim saya hari ini? Apakah saya akan mencetak gol? Apakah saya akan menciptakan peluang?" Dan itulah yang ingin saya lakukan dengan penalti saya, membantu tim. Saya siap dan percaya diri untuk melakukannya. Saya sudah berlatih berkali-kali untuk klub dan negara, jadi saya memilih mengarahkan tendangan ke sudut tapi ternyata saya tidak beruntung,” ungkap Sancho.
“Kami semua memiliki ambisi dan tujuan yang sama, membawa pulang piala karena memang itu tujuan semua orang,” imbuhnya. “Saya tidak akan berpura-pura tidak melihat pelecehan rasial yang diterima saudara saya Marcus, Bukayo, dan saya sendiri setelah pertandingan, tetapi sayangnya ini bukan hal baru.
Kebencian tidak akan pernah menang. Kepada semua yang telah menerima pelecehan serupa, saya memberitahu Anda untuk mengangkat kepala dan terus mengejar impian Anda. Saya bangga dengan tim Inggris ini dan bagaimana kami menyatukan seluruh bangsa dalam 18 bulan yang sulit bagi banyak orang,” papar mantan pemain Borussia Dortmund itu.
“Saya masih merasakan emosi yang campur aduk. Saya ingin meminta maaf kepada semua rekan tim saya, staf pelatih dan diatas segalanya, para penggemar yang saya kecewakan. perasaan terburuk yang pernah saya rasakan dalam karir saya, bahkan sulit untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya dengan kata-kata, tetapi ada begitu banyak hal positif yang dapat diambil dari turnamen ini meskipun kami berpikir bahwa kekalahan akan menyakitkan untuk waktu yang lama,” tutupnya dalam tulisan itu.
Penulis/Editor: Aspian Nur