Mengutip dari Marca.com, pers Italia mengkhawatirkan konspirasi UEFA yang bisa memenangkan Inggris di Euro 2020 sebagai hadiah untuk mengakhiri Liga Super yang sempat mengundang masalah.
Diketahui pada semi final melawan Denmark, ada penalti kontroversial Inggris di perpanjangan waktu dan pers Italia mengklaim keputusan itu diberikan sebagai bantuan atas intervensi Perdana Menteri Boris Johnson dalam bencana Liga Super.
La Gazzetta dello Sport dan surat kabar Italia lainnya, menggambarkan kontak pada Sterling sama sekali tidak ada dan mengecam keputusan itu terlebih lagi mengingat kurangnya intervensi dari VAR dan wasit Danny Makkelie langsung menunjuk titik putih.
Rute Inggris ke final juga mendapat sorotan karena lima dari enam pertandingan yang dimainkan di Wembley - yang lainnya di Roma - dan final juga di Wembley, yang pada dasarnya menjadikan Euro 2020 sebagai turnamen kandang bagi Inggris.
Diketahui pada awal tahun 2021, sepak bola Eropa diguncang dengan pengumuman Liga Super, yang mencakup enam tim besar Inggris - Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United dan Tottenham Hotspur.
Namun reaksi besar-besaran dari penggemar di Inggris membuat proyek tersebut dibubarkan dalam waktu tiga hari.
Perdana Menteri Inggris juga terlibat dan menentang pembentukan Liga Super, mencapnya sebagai 'kartel' dan mengumumkan bahwa dia akan melakukan segala dayanya untuk memastikan Liga Super tidak dapat bergerak maju, yang sangat menyenangkan UEFA.
"Saya pikir itu bukan untuk kepentingan penggemar, itu bukan untuk kepentingan sepak bola," kata Johnson saat itu.
"Bagaimana bisa benar untuk memiliki situasi dimana Anda menciptakan semacam kartel yang menghentikan klub bersaing satu sama lain, bermain melawan satu sama lain dengan benar, dengan semua harapan dan kegembiraan yang diberikan kepada para penggemar di seluruh negeri? Klub-klub ini berasal dari kota-kota terkenal di negara kami dan saya tidak berpikir mereka harus dipindahkan dari kota asal mereka," imbuh Johnson.
"Yang ingin kami lakukan pertama-tama adalah mendukung FA, mendukung Liga Premier dan berharap kami dapat menggagalkan proposal ini sebelum melangkah lebih jauh," tegasnya.
Pernyataan Boris Johnson ini lah yang membuat kekhawatiran pers Italia semakin besar mengingat fakta sudah terlihat saat Denmark yang sedang bersiap meledak lagi akhirnya tersumbat di semi final dua hari lalu.
Penulis/Editor: Aspian Nur