Banyak yang menyebut laga ini ibarat final kepagian karena sejatinya kedua negara bisa bertarung di fase final.
Hanya saja kalau melihat performa yang ditunjukan Spanyol, jelas Italia lebih diunggulkan untuk melaju ke partai puncak ajang ini.
Saat Italia dengan perkasa mengalahkan calon juara yang juga peringkat 1 FIFA, Belgia, dengan skor 2-1 di babak perempatfinal dan sebelumnya menghentikan laju kuda hitam Swiss dengan skor yang sama fase 16 Besar, Spanyol justru harus melewati dua fase knock out lewat perpanjangna waktu dan adu penalty, menang 5-3 atas Kroasia selama 120 menit dan mengalahkan Swiss 3-1 via adu penalty.
Sayangnya, Gli Azzurri memiliki catatan negative setiap kali berhadapan dengan La Furia Roja. Dalam 14 pertemuan baru 2 kali Italia bisa menang, sisanya imbang 7 kali dan 5 kali kalah.
Manajer Si Biru, Roberto Mancini menegaskan pemainnya mewaspadai sepenuhnya Spanyol.
"Akan menjadi partai yang berat. Spanyol berbeda dengan Belgia, namun kami masih akan menghadapi banyak kesulitan. Kami menderita kontra Austria karena keagresifan mereka, dan karena itu adalah laga pertama kami di babak gugur," kata Mancini dikutip dari Football Italia.
Larangan supporter Italia datang ke Inggris membuat Giorgio Chiellini dkk harus berjuang tanpa pemain ke-12 dan Mancini mengaku kecewa. “Tapi kami akan berjuang untuk mereka, untuk fans kami yang tak bisa datang ke stadion,” sebutnya
Diketahui sekitar 60 ribu suporter akan diizinkan masuk ke Wembley untuk pertandingan tersebut, tetapi itu khusus suporter yang sudah berbasis di Inggris.
Berdasarkan aturan pemerintah Inggris saat ini tentang Covid-19, suporter Italia dan Spanyol tidak dapat melakukan perjalanan ke Inggris untuk laga semifinal. Jika harus memaksakan diri, mereka perlu dikarantina pada saat kedatangan.
Meski kapasitas stadion dibuka total, Italia cuma dapat alokasi 125 tiket. Jumlah tersebut tentu sangat sedikit. “Tentu saja tidak adil, tapi kami akan membuktikan tim ini tampil hebat demi supporter yang tak bisa hadir langsung,” tegasnya.
Mancini akan memainkan formasi menyerang 4-3-3. Kiper Gianluigi Donnarumma dibentengi dua bek tengah Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini bersama Giovanni Di Lorenzo dan Emerson Palmieri yang menggantikan Spinazzola yang cedera. Jorginho, Nicolo Barella dan Marco Verratti ada di tengah lapangan menyokong bomber Lorenzo Insigne dan Federico Chiesa serta Ciro Immobile.
Sementara di kubu Spanyol dengan skema 4-3-3 Unai Simon masih jadi andalan di bawah mistar gawang dibentengi Aymeric Laporte dan Pau Torres diapit bek kanan Cesar Azpilicueta dan bek kiri Jordi Alba.
Sergio Busquets jadi jantung Spanyol bersama Koke dan Pedri yang lebih bertugas menekan pertahanan lawan dengan membantu serangan.
Trisula lini depan Spanyol ada pada Ferran Torres, Dani Olmo serta Alvaro Morata yang harus menghadapi rekan satu klubnya di Juventus Bonucci dan Chiellini.
"Kami harus menguasai permainan sejak awal. Pertarungan pertama adalah menang di lapangan," kata entrenador Spanyol, Luis Enrique.
“Sejak hari pertama kami sudah yakin kami adalah tim yang solid dan bersatu, dan bahwa kami sudah cukup bagus, kami sudah membuktikan itu,” kata striker Spanyol Mikel Oyarzabal seperti dikutip Reuters.
“Italia adalah tim level atas yang diperkuat pemain-pemain yang terus tampil dalam level tertinggi bersama klub-klub mereka, tapi kami kurang lebih sama dengan mereka,” tegas Oyarzabal.
Perkiraan Pemain:
Italia (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Emerson Palmieri; Nicolo Barella, Jorginho, Marco Verratti; Federico Chiesa, Ciro Immobile, Lorenzo Insigne
Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Cesar Azpilicueta, Aymeric Laporte, Pau Torres, Jordi Alba; Koke, Sergio Busquets, Pedri; Ferran Torres, Alvaro Morata, Dani Olmo.
Prediksi Hasil Italia vs Spanyol
Editor: Aspian Nur