Pelari kelahiran Mogadeshu, Somalia 38 tahun silam itu sejatinya merupakan peraih empat medali emas Olimpiade secara beruntun di Inggris, Brasil, Korea Selatan dan Rusia.
Namun kegagalannya tahun ini membuat prestasi itu seolah sirna begitu saja.
Pelari jarak jauh itu gagal mencapai batas kualifikasi 10.000 meter dengan limit 27 menit 28 detik dalam upaya terakhirnya di Manchester Regional Arena, Manchester. Sayang, Mo Farah hanya mampu mencatat waktu 27 menit 47 detik
“Trek yang sulit, saya tidak bisa bersaing dengan pelari lain. Stadion cukup berangin. Saya mencoba terus mendorong kekuatan tapi saya kehabisan oksigen di paru-paru,” ungkapnya.
“Saya tidak tahu harus berpikir apa atau apa yang akan terjadi selanjutnya untuk saya. Ketika pistol start dibunyikan suhunya hanya 12 derajat, sangat dingin kurang ideal untuk berpacu dengan waktu,” jelasnya.
Kegagalan ini membuat Mo Farah setidaknya berpikir mengenai masa depannya, melanjutkan karir atau pensiun di usia 38 tahun.
Jika dia sekarang berhenti, Farah akan pergi dengan warisan kesuksesan besar dan juga pertanyaan lama tentang hubungannya dengan mantan pelatihnya, Alberto Salazar dari Amerika yang dilarang bermain.
Penulis/Editor: Aspian Nur