Jason mengalami kecelakaan usai motornya bersenggolan dengan pembalap Red Bul KTM Tech3, Ayumu Sasaki di Mugello. Wakil Indonesian Gresini Racing, Jeremy Alcoba juga terlibat dalam insiden itu. Usai kecelakaan tersebut, Dupasquier terbaring di atas trek. Sesi kualifikasi langsung dihentikan, karena pembalap asal Swiss itu harus mendapatkan pertolongan segera.
Bendera merah dikibarkan untuk menunda balapan dan kendaraan petugas medis dari FIM dikerahkan untuk menangani Jason sebelum sang pebalap diterbangkan ke rumah sakit Careggi di Florence. Pihak rumah sakit langsung mengumumkan meninggalnya Jason setelah mendapatkan perawatan intensif.
Jason Dupasqueir sejatinya pebalap yang berlomba dengan impresif pada musim keduanya di Moto3 dan konsisten finish dengan poin untuk berada di sepuluh besar klasemen. "FIM, IRTA, MSMA, dan Dorna Sport mengucapkan bela sungkawa sedalam-salamnya kepada keluarga, teman, tim, dan orang-orang yang dicintai Dupasquier," tulis laman resmi MotoGP.
Setelah insiden itu, balapan Moto2 dan MotoGP tetap digelar dengan seremonial penghormatan terakhir untuk Jason oleh seluruh yang terlibat di sirkuit dengan tentu saja ditandai air mata.
Mengutip MotoGP.com, pebalap Petronas SRT Yamaha Valentino Rossi mengucapkan bela sungkawa. “Saya mendengar insiden itu dan mendoakan semuanya baik-baik saja, tapi ternyata semua berbeda,” kata Rossi. “Ketika memahami semuanya sudah berakhir, itu lain cerita. Ini menyakitkan dan sulit bagi semua orang," kata Rossi.
Pada balapan di Sirkuit Mugello kemarin, Rossi menempati peringkat ke-10 yang merupakan capaian terbaiknya dari enam balapan MotoGP 2021. Rossi pun kini mengantongi 15 poin.
Juara MotoGP Italia, Joan Mir menyebut balapan di Mugello merupakan salah satu yang paling sulit dalam kariernya karena harus membalap setelah mendengar kabar kematinan Jason.
“Kami harus saling menghormati satu sama lain dan selalu bertanggung jawab. Jangan lupa bahwa ini adalah olahraga yang berbahaya,” kata Joan Mir.
Dilansir dari Wikipedia, Jason Dupasquier berasal dari keluarga pembalap. Sang ayah, Philippe merupakan mantan pembalap motocross. Jason mulai dikenalkan dengan dunia balap pada usia lima tahun. Pada 2015, ia mengikuti kejuaraan Adac Junior Cup yang diperuntukkan untuk para pembalap muda.
Dupasquier kemudian berhasil jadi juara Ada Junior Cup tahun 2016. Pada 2017, Dupasquier kembali menorehkan prestasi dengan jadi juara North European Cup di kelas Moto3.
Jason Dupasquier gagal debutnya di Red Bull Rookies Cup pada tahun 2018. Dia mengalami patah tulang paha kiri saat balapan di babak kedua Kejuaraan Dunia Moto3. Dia kemudian melewatkan seluruh kampanye Red Bull Rookies Cup sepanjang tahun 2018.
Dupasquier muncul pada 2019 dan menyelesaikan Kejuaraan Dunia Junior di urutan kedelapan klasemen. Pencapaian terbaiknya di seri Jerez dengan finis keempat.
Jason kemudian mulai debut Kejuaraan Dunia Moto3 tahun 2020 bersama skuad Prustel GP dengan nomor motor 50 tanpa poin. Peruntungannya berubah di Moto3 2021 karena mampu menempati posisi ke-10 klasemen pembalap dengan 27 poin dari lima seri yang sudah berjalan. Penampilan terbaik Jason ditunjukkan saat tampil di MotoGP Spanyol dengan finis ketujuh.
Editor: Aspian Nur