Dalam posisi 10-10 pada drama adu penalty tersebut, De Gea yang jadi penendang ke-11 justru gagal karena tendangannya mampu ditahan kiper Villarreal, Geronimo Rulli, padahal kiper The Yellow Submarine itu berhasil menjebol gawang United sebelum De Gea gagal.
Wajar kalau De Gea pun seolah jadi pesakitan pada pertandingan yang berakhir dengan skor 12-11 ini setelah pada waktu normal dan ekstra time kedudukan 1-1. Villarreal mencetak gol lebih dulu menit 30 lewat Gerard Moreno yang baru bisa disamakan pada babak kedua lewat sepakan Edinson Cavani menit 55.
Kekalahan lewat drama adu penalty ini sejatinya tak boleh terjadi kalau saja De Gea bisa menepis satu saja tendangan lawan. Selain itu Bruno Fernandes dkk mendapatkan 11 penalti di Premier League musim ini dan berhasil menorehkan 10 diantaranya.
Kegagalan ini membuat Manchester United harus kembali memperpanjang penantian mereka setelah sebelumnya juara empat tahun silam, musim 2016/2017. Musim 2020/2021 pun dilewati Red Devils tanpa trofi juara.
Sementara bagi Villarreal, ini jadi gelar juara Eropa perdana dalam sejarah klub mereka dan sudah pasti nama Unai Emery paling mendapat pujian karena berada dibalik sukses klub asal Spanyol itu. Emery diketahui sudah akrab dengan trofi juara Europa League karena sudah mendapatkan empat gelar saat melatih Sevilla (2013/2014, 2014/2015 dan 2015/2016). Dikutip Opta, Emery menjadi pelatih pertama yang memenangkan empat trofi Liga Europa sejak ajang ini bernama UEFA Cup. Ia melewati torehan dari pelatih legendaris Italia, Giovanni Trapattoni. Akronim UEL yang harusnya UEFA Europa League jadi plesetan Unai Emery League karena kesuksesan Emery.
Kepiawaian Emery membuat Villarreal tak terkalahkan sampai juara, sejajar dengan klub Inggris Tottenham Hotspur, Borussia Moenchengladbach, Goeteborg, Ajax dan Chelsea
Kapal Selam Kuning pun berhak ke Liga Champions musim depan lewat jalur ini, meski di LaLiga finis ketujuh. Spanyol pun punya lima wakil di Liga Champions musim depan karena sebelumnya Atletico Madrid selaku juara LaLiga, diikuti oleh Real Madrid, Barcelona dan Sevilla meraih tiket lewat jalur kompetisi domestik.
Situasi ini juga pernah dialami Spanyol pada Liga Champions 2015/2016. Keberhasilan Sevilla menjadi juara Liga Europa 2014/2015 membuat wakil Spanyol menjadi lima.
"Klub ini sudah pernah bermain di Liga Champions dan kami akan menikmati kompetisi itu. Saya ingin memenangkan Liga Europa, tetapi saya ingin bermain di Liga Champions. Kami akan menikmati momen ini bersama para pendukung kami dan keluarga kami besok," kata Emery usai pertandingan dikutip dari dailymail.
Sementara Ole Gunnar Solskjaer mengungkapkan rasa kecewa timnya yang sangat dalam setelah kegagalan ini.
"Ruang ganti senyap, mengecewakan. Itu sepak bola, kadang-kadang ditentukan dengan satu tendangan, dan itulah perbedaan antara menang dan kalah," kata Solskjaer.
"Saya tidak akan menyalahkan De Gea karena dia sudah berusaha melakukan yang terbaik. Sama seperti pemain lain, De Gea juga pasti ingin juara,” paparnya.
"Kami harus memiliki keinginan untuk kembali tahun depan dan meningkat. Satu-satunya cara untuk menetapkan jarak adalah dengan bekerja lebih keras dan lebih baik," tegas Solskjaer.
Editor: Aspian Nur