Dua gol kemenangan City pada laga ini diborong pemain Aljazair Riyad Mahrez menit 11 babak pertama dan di babak kedua menit 63. Berselang enam menit, PSG harus bermain dengan 10 orang setelah Angel di Maria kena kartu merah akibat menginjak kaki Fernandinho.
Wakil Premier League itu kini menunggu pemenang antara Chelsea kontra Real Madrid yang akan bertanding dini hari nanti pada semi final leg kedua.
Data Opta mencatat, lolosnya City membuat mereka tampil lagi di partai puncak kompetisi elite antarklub Eropa ini setelah musim kompetisi tahun 1969/1970 saat Liga Champions masih bernama Cup Winners Cup dan City juara. Musim 2015/2016 City sempat menembus semi final Liga Champions namun gagal melangkah ke final.
Tak pelak, kamar ganti Manchester City di Stadion Etihad pun bergemuruh dipenuhi nyanyian dan selebrasi yang tak biasa. Asa meraih tiga gelar juara pun terbuka bagi City setelah kegagalan meraih trofi FA Cup bulan lalu. Masih ada final Carabao Cup dan perebutan juara di Liga Inggris serta final Liga Champions yang bakal dihadapi Kevin de Bruyne dkk.
Khusus untuk Guardiola, ini final lagi baginya setelah satu decade karena terakhir kali juara musim 2010/2011 bersama Barcelona. “Kami mendominasi pertandingan, jadi kemenangan ini dan tampil di final wajar kami dapatkan. Permainan konsisten jadi kunci utama,” papar Guardiola.
Phil Foden jadi bintang kemenangan City meski tak mencetak gol namun memberikan umpan untuk gol kedua Mahrez. Foden memperlihatkan performa tak menurun dalam empat laga terakhir bersama City. Sudah 14 gol dicetak gelandang timnas Inggris berusia 20 tahun itu, ditambah 10 assist, mengalahkan bomber Borussia Dortmund Erling Braut Haaland dan penyerang PSG Kylian Mbappe yang tak berlaga dini hari tadi karena cedera. “Saya harus berkata, Foden pemain muda terbaik di dunia saat ini,” kata mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand.
Sergio Aguero yang diturunkan di akhir pertandingan oleh Guardiola setidaknya bisa merasa bahagia karena sempat berkata akan pergi dari City dengan gelar Liga Champions. Aguero diketahui dipastikan tak lagi bersama tim dari kota Manchester itu musim depan. “Saya tidak akan meninggalkan City sebelum mendapatkan trofi Liga Champions,” ujar Aguero yang kalimatnya itu kini mulai mendekat kenyataan.
Sementara di kubu PSG, air mata kembali mengalir di pipi Neymar Jr. Setelah musim lalu juga gagal tampil di partai puncak, musim ini mantan pemain Barcelona itu harus kembali merasakan kesedihan mendalam, padahal sebelumnya Neymar sudah berkoar jelang leg kedua. "Saya berada di depan, akan memberikan yang terbaik demi membawa kami ke final dan saya akan berjuang sampai sekarat,” tegas Neymar dua hari lalu.
Nyatanya , yang terlihat dari kapten timnas Brasil itu adalah air mata. "Kami bermain jauh lebih baik dari mereka, tetapi kemudian kami kebobolan gol dari kesempatan pertama yang mereka miliki, seperti di leg pertama. Tapi itulah yang anda alami ketika bermain di tim-tim besar," kata gelandang PSG Marco Verratti.
Verratti sendiri mengklaim dirinya bersama Leandro Paredes mendapat ucapan tak pantas dari wasit Bjorn Kuipers yang memimpin laga. "Kami berbicara tentang rasa hormat dengan wasit tapi wasit menyebut kami "f *** off", kepada saya dan Paredes. Kami tak berani protes lebih jauh karena itu bisa membuat kami kehilangan kesempatan bermain tiga atau empat pertandingan ke depan,” sindir Verratti.
Pelatih PSG Mauricio Pochettino menyebut timnya sebenarnya sudah bermain sesuai rencana namun tak bisa memaksimalkan peluang. “Kami memulai dengan sangat baik, menciptakan peluang dan mendominasi tapi yang kurang hanya gol,” ungkap Pochettino. ”Selamat kepada Manchester City karena mereka melewati musim yang fantastis. Setelah enam atau tujuh musim, Pep bekerja dengan baik. Tapi saya tetap bangga dengan pemain dan tim ini," sebut Pochettino.
Editor: Aspian Nur