Real Madrid jadi tim Spanyol pertama yang lolos ke 8 Besar. Masih ada Atletico Madrid yang bertanding dini hari nanti menghadapi Chelsea dan berkesempatan menyusul langkah tim sekota mereka. Tiga gol Los Blancos di laga ini dicetak Karim Benzema di babak pertama dan penalty Sergio Ramos serta Marco Asensio. Gol tim tamu dicetak Luis Muriel.
Kekalahan ini sebenarnya bisa diterima Atalanta, namun mereka merasa perlawanan mereka dihentikan wasit asal Belanda Danny Makkelie yang mengubah situasi pertandingan dibabak pertama saat wakil satu-satunya Serie A Italia itu tertinggal 1-0.
Saat itu Luis Muriel dalam posisi bebas dan sudah berhadapan dengan kiper Madrid Thibaut Courtois, tapi tiba-tiba wasit meniup peluit tanda laga babak pertama berakhir.
Wajar kalau La Dea alias Sang Dewa, julukan Atalanta, geram dan marah besar. “Ada kontroversi di pertandingan ini. Semua melihat bagaimana Luis (Muriel) sudah bebas tapi wasit menghentikan pertandingan. Kalau semua berjalan seperti biasa, hasilnya pasti akan lain,” tegas Gian Luigi Gasperini, pelatih Atalanta usai laga.
"Sangat disayangkan, gol pertama, penalty dan bahkan gol di leg pertama membuat menjadi sulit. Ketika Anda menghadiahkan gol seperti itu (blunder), itu menjadi lebih sulit," katanya lagi.
Ini adalah Liga Champions kedua yang diikuti Atalanta setelah musim lalu berhasil membuat kejutan dengan melangkah hingga 8 Besar.
"Kami punya kesempatan tampil lebih baik, tapi setelah penalty Ramos semua berubah," sambungnya.
Gasperini tetap bangga meski timnya tersingkir karena Madrid adalah klub yang memiliki gelar Liga Champions paling banyak. "Pengalaman fantastis, kami menghadapi tim terbaik di pentas internasional," ujar Gasperini lagi.
Pelatih Madrid Zinedine Zidane mengapresiasi anak asuhnya. "Saya mengucapkan selamat kepada para pemain, sebab mereka telah menjadi tim yang hebat," kata Zidane.
Editor: Aspian Nur