Auba terlambat datang ke stadion jelang pertandingan yang membuat Mikel Arteta sebagai pelatih marah dan langsung mencoretnya dari daftar line up pemain inti. “Dia kapten tim, tak seharusnya melakukan hal itu (terlambat datang) dan ini bukan pertama kali dilakukannya,” ujar Arteta.
Sebelumnya penyerang asal Gabon itu melewatkan kesempatan tes Covid-19 sebelum pertandingan di kompetisi Eropa. Kemudian, Aubameyang juga melanggar regulasi klub terkait pandemi ini dengan membuat tato.
“Saya tidak akan pernah mengatakan apa yang terjadi di ruang ganti tapi saya membuat keputusan yang saya rasa sudah tepat dengan memasang dia sebagai pemain cadangan,” papar Arteta lagi.
Arteta pun memasang Alexandre Lacazette sebagai striker utama dan nyatanya jadi penentu setelah mencetak gol lewat penalti. Sebelumnya tuan rumah tertinggal 0-1 lewat gol rabona Erik Lamela yang mampu disamakan 1-1 Martin Odegaard. Lamela sendiri kena kartu merah di laga ini pada babak kedua.
Kemenangan 2-1 membuat Arsenal tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir yang empat diantaranya berakhir dengan kemenangan. Arsenal kembali merebut supremasi London Utara usai gagal memenangi empat duel sebelumnya di kompetisi ini. “Laga yang luar biasa, kami terus bermain dan layak atas kemenangan inim" sebut Arteta.
Meski menang Arsenal masih berkutat di peringkat 10 dengan 41 poin hasil 28 kali bertanding. Begitu juga dengan Tottenham Hotspur yang terpaku di posisi ketujuh dengan 43 poin, berjarak enam poin dari Chelsea.
Manajer Spurs Jose Mourinho seperti biasa, selalu mencari kambing hitam dari kekalahan timnya. Kali ini Mou menyalahkan VAR.
“Kami memang bermain buruk tapi tak seharusnya kami mendapat penalty,” sebutnya.
Wasit Michael Oliver disebut Mou salah memberi penilaian saat terjadi rebutan bola antara Lacazette dengan bek Davinson. Michael Oliver sempat mengecek VAR dan keputusannya tetap, memberikan hadiah penalti.
"Saya tidak mengeluh tetapi ketika saya menonton kembali tayangan ulangnya ya bukan penalti, tapi VAR tidak bisa dilawan," tegasnya.
Editor: Aspian Nur