Ronaldo bersama Juventus lebih dulu tersingkir setelah dalam dua laga kalah produktivitas gol dari FC Porto yang menang aggregate 4-4.
Hanya berselang sehari, giliran Messi yang mengikuti langkah Ronaldo setelah Barcelona dalam dua leg kalah 1-4 dan imbang 1-1 dari Paris Saint-Germain (PSG) sehingga aggregate 2-5.
Hasil ini seolah memberikan sinyal end of era alias berakhirnya masa keemasan Messi dan Ronaldo di kancah sepakbola Eropa dan hadirnya dua wajah baru, Erling Braut Haaland dari Borussia Dortmund dan Kylian Mbappe di PSG.
Pada pertandingan di Parc des Princes, markas PSG Kamis (11/3/2021) dini hari tadi, Barca datang dengan misi remontada alias membalikan keadaan seperti yang pernah mereka lakukan empat tahun silam dengan lawan yang sama. Namun itu tak terwujud karena Mbappe membawa PSG unggul 1-0 via penalty dan hanya mampu dibalas Messi lewat tembakan jarak jauh. Messi sebenarnya bisa menambah gol, namun eksekusinya mampu ditahan kiper PSG Keylor Navas, yang membuat sang kiper jadi man of the match di laga ini.
Messi pernah mengalami hal serupa di musim 2004/2005 ketika Barcelona dikalahkan Shakhtar Donetsk pada 7 Desember 2004.
Kejadian serupa juga dialami Ronaldo yang kala itu masih berseragam Manchester United (MU). Pasukan Iblis Merah tersisih dari babak 16 besar Liga Champions karena dikalahkan AC Milan dengan agregat 0-2.
“Kami dalam tekanan tapi mampu menahannya dan itu luar biasa. Barcelona tim hebat tapi kami lebih beruntung karena di leg pertama jadi kunci kami bisa melangkah ke 8 Besar,” ujar Marquinhos, kapten PSG usai laga.
“Keylor Navas memberi perbedaan, dia kiper yang hebat dan kami harus berterima kasih kepada dia,” imbuhnya.
Keylor Navas sendiri mengaku sangat bahagia dengan keberhasilan timnya. “Ini pertandingan yang sulit. Kami semua ingin memainkan pertandingan besar dan memanfaatkan leg pertama untuk lolos dan ternyata itu berhasil," kata Navas.
Sementara pelatih Barcelona Ronald Koeman tetap puas dengan penampilan pasukannya meski tersingkir dari Liga Champions
"Kami tersingkir tapi hati kami senang. Kami punya peluang dan bikin lawan kesulitan. Kami tampil luar biasa di babak pertama, superior," ujar Koeman.
Mengenai gagalnya Messi dan Ronaldo berlaga di 8 Besar, Koeman berkomentar. "Sangat disayangkan karena mereka berdua pemain hebat, tapi Anda harus menerimanya,” sebut pria asal Belanda ini.
Editor: Aspian Nur