Keunggulan itu tak bertahan lama karena pada menit keempat masa injuri babak pertama, VAR dan wasit Abdulrahman Al Jassim menghadiahkan tendangan penalti kepada Ulsan setelah Yoon Bit-garam dijatuhkan Ahmad Nourollahi. Junior Negrao yang menjadi algojo mendapati eksekusinya dimentahkan oleh kiper Hamed Lak, tetapi bola muntah langsung dia sambar untuk menjadi gol penyama kedudukan.
Pada awal babak kedua, Al Jassim kembali menoleh layar VAR di tepi lapangan untuk menghadiahkan tendangan penalti kedua untuk Ulsan setelah Mehdi Shiri sengaja mengangkat tangannya dalam upaya menghalau umpan silang Lee Chung-yong.
Kali ini, eksekusi penalti Junior sempurna mengecoh Lak yang melompat ke arah berlawanan sehingga Ulsan berbalik unggul 2-1. Persepolis mengerahkan semua pemain untuk membantu serangan guna memupus kekecewaan dalam final Liga Champions Asia dua tahun silam, tetapi Ulsan berhasil menjaga keunggulan 2-1. Ini merupakan gelar Liga Champions kedua mereka setelah di tahun 2012. Gelar Ulsan di ajang ini semakin lengkap setelah runner-up K-League 2020 ini dinobatkan sebagai tim Fair Play.
Bintang Ulsan, Yoon Bit-garam, juga menjadi pemain terbaik Liga Champions Asia 2020. Sementara gelar Top Skor direbut oleh penyerang Al Nassr, Abderrazak Hamdallah, dengan torehan tujuh gol. Laga final Liga Champions Asia disaksikan 8.157 penonton yang mengisi tribun Stadion Al Janoub yang berkapasitas 40 ribu penonton. Mereka mematuhi ketentuan jaga jarak sosial guna membendung persebaran COVID-19. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Minggu 20 Desember 2020 dengan judul Ulsan Hyundai juarai Liga Champions Asia