Perez berhasil meraih kemenangan setelah dua pembalap dari Mercedes F1, Valtteri Bottas dan George Russel bermasalah saat masuk pit stop. Russel merupakan pembalap pengganti dari Lewis Hamilton yang tidak balapan karena terpapar virus corona Covid-19. Padahal pada sesi kualifikasi Bottas menampati pole position. Sedangkan Russel tepat di belakangnya.
Sergio Perez sendiri memulai balapan dari posisi kelima.
Gagalnya dua pebalap dari Mercedes F1 untuk tetap berada di posisi terdepan karena ada masalah saat mereka masuk ke pit stop. Bottas harus menghabiskan waktu 27 detik untuk mengganti ban saat memasuki lap 63.
Setelah itu Russel masuk ke pit stop dan memakan waktu yang juga. Hal itu kemudian berhasil dimanfaatkan oleh Perez untuk merebut pimpinan balapan.
Russel sebenarnya sempat menempel Perez, namun pada lap 78 ia bermasalah dengan ban dan harus kembali masuk pit stop. Perez yang berhasil memanfaatkan situasi tersebut mampu menjaga sampai balapan berakhir.
Di posisi runner up ada pembalap dari Renault F1 Team, Esteban Ocon. Ini merupakan podium pertama bagi Ocon di sepanjang karier F1 nya. Rekan dari Perez, Lance Stroll finish di poisi ketiga dengan catatan waktu 11,869 detik. "Saya tak bisa berkata-kata. Saya harap saya tidak sedang bermimpi," kata Perez usai lomba. "Setelah lap pertama balapan itu (sepertinya) berakhir, tapi kami memiliki kecepatan yang luar biasa dan kami tahu apa yang harus kami lakukan hari ini. Apa yang terjadi (tahun depan) tidak berada di tangan saya saat ini tapi saya ingin tetap melaju," kata Perez lagi.
Pebalap Meksiko terakhir yang menjuarai Grand Prix F1 sebelum Perez adalah Pedro Rodriguez, salah satu dari dua bersaudara yang namanya diabadikan menjadi nama sirkuit di Meksiko City, di Belgia 1970. Perez nyaris meraih kemenangan pertamanya di Turki bulan lalu, namun ia harus puas finis runner-up setelah Lewis Hamilton yang mengunci gelar juara dunia ketujuhnya di Istanbul.
Tim Mercedes sendiri dikenai denda 20.000 euro (Rp340 juta) pada balapan kali ini setelah memasang ban yang salah pada mobil George Russell menyusul strategi pitstop kacau mereka.
Mercedes dipanggil menghadap pengawas balapan pascalomba.
Tim yang telah mengklaim gelar ketujuhnya secara beruntun itu mengaku mengalami masalah teknis pada radio komunikasi sehingga pesan yang dikirimkan ke kru mereka tidak terdengar karena berbarengan dengan masuknya transmisi radio dari mobil Russell.
"Ini jelas pelanggaran regulasi dan biasanya akan melibatkan penalti hingga diskualifikasi," demikian pernyataan steward.
Namun, alih-alih menjatuhkan penalti, FIA memilih mendenda tim itu dengan alasan Mercedes telah memperbaiki kesalahannya.
Steward mengatakan pelanggaran ini baru pertama kalinya terjadi dalam sejarah F1.
Sementara pebalap Ferrari Charles Leclerc dikenai penalti tiga posisi start untuk balapan pemungkas musim Formula 1 di Abu Dhabi pekan depan setelah ia menyebabkan tabrakan di lap pertama.
Pebalap Monako itu menyebabkan senggolan dengan pebalap Racing Point Sergio Perez sehingga memaksa sang pebalap Ferrari dan pebalap Red Bull Max Verstappen mengakhiri balapan ketika belum genap satu putaran.
Pengawas balapan menyatakan Leclerc mengerem terlalu larut di Tikungan 4, mengunci ban depan kanannya, sehingga menabrak Perez, yang mengambil jalur normal menuju tikungan ke kanan itu.
Pascalomba, Leclerc, yang juga mendapat dua penalti poin di lisensinya, mengaku dia bersalah . "Saya mengira dia akan mengambil jalur di luar Valtteri (Bottas) dan saya tetap berada di sana tapi saya kira dia memutuskan untuk kembali ke sisi dalam dan saya ada di sana dan kemudian terlambat bagi saya untuk mengerem," kata Leclerc soal Perez. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com hari Senin 7 Desember 2020 dari berbagai sumber