Mir memiliki keuntungan dalam balapan itu karena memimpin klasemen sementara dengan koleksi 162 poin. Mir unggul 37 poin dari dua rival terdekatnya, Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).
Mir akan resmi menjadi juara jika minimal bisa menjaga keunggulan 26 poin dari dua rivalnya tersebut. Mir pun tampil di MotoGP Valencia 2020 dengan cukup tenang meski memulai balapan dari posisi ke-12.
Balapan seri ke-13 musim 2020 itu dimulai dengan sengit. Mir mampu memulihkan posisinya dengan menempati peringkat ke-10. Rins pun memulai balapan dengan sangat baik sehingga bisa menempati posisi ketujuh, padahal sebelumnya berada di peringkat ke-14.
Nasib buruk justru menimpa Quartararo yang terjatuh di tikungan keenam saat balapan menyisakan 19 lap lagi. Ketidakberadaan Quartararo membuat peluang Mir menjuarai MotoGP 2020 pun semakin besar.
Sementara itu, saat para pembalap di papan atas klasemen sementara berada di belakang, Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) tampil perkasa dengan memimpin balapan. Morbidellli dibuntuti Jack Miller (Pramac Ducati) dan Pol Espargaro (KTM Red Bull).
Saat balapan tersisa beberapa lap lagi, Mir memantapkan dirinya di posisi ketujuh dan Rins menempati posisi keempat. Mereka berusaha meraih posisi lebih baik lagi, tetapi tidak berbuah hasil.
Kemenangan pun menjadi milik Morbidelli. Posisi kedua ditempati oleh Miller dan peringkat ketiga menjadi milik Pol. Sementara itu, Rins finis keempat dan Mir menempati posisi ketujuh sekaligus menyegel gelar juara musim ini.
Mir pun mengakhiri 20 tahun penantian Suzuki untuk melihat pebalapnya kembali menjadi yang terbaik di kejuaraan. Sebelum Mir, Kenny Robert Jr menjadi juara MotoGP bersama Suzuki pada musim 2000 ketika mesin yang digunakan masih 500cc. Keberhasilan Mir menjadi juara MotoGP 2020 semakin spesial karena terjadi saat Suzuki berumur 100 tahun.
Bagi Mir, gelar juara dunia MotoGP 2020 menorehkan catatan spesial. Sebab, ia melakukannya saat baru lima tahun bersaing di kejuaraan dunia balap motor. Mir sedianya baru turun ke kejuaraan dunia pada 2015. Ketika itu, ia turun di kelas Moto3 bersama tim Leopard Racing, namun cuma berstatus pebalap cadangan. Baru di 2016, Mir mendapat kesempatan banyak. Ia tampil sebagai pebalap reguler, dan finis kelima di akhir musim.
Setahun berselang, Mir bisa menjadi juara dunia Moto3 bersama Leopard Racing. Hasil itu membawanya naik ke Moto2 pada 2018. Semusim di Moto2, torehannya tak buruk-buruk amat, yakni finis ke-6. Pada 2019, Mir pun naik ke MotoGP, usai direkrut Suzuki. Setelah finis ke-12 musim lalu, pebalap asal Mallorca itu bisa menjadi juara di 2020.
Catatan lima musim langsung juara membuatnya melampaui Rossi dan Marquez. Sebab, dua ikon MotoGP saat ini tersebut baru bisa menyabet titel juara MotoGP di musim keenamnya. Marquez baru bisa menjadi juara MotoGP saat memasuki musim keenamnya, sejak debut penuh di kejuaraan dunia pada 2008. Adapun Rossi juga demikian, dengan baru juara MotoGP pada 2022, sejak debut pada 1996. "Tak bisa dipercaya, saya tak bisa berkata-kata," ujar Mir.
"Penuh emosi. Ini yang saya perjuangkan seumur hidup. Pada saat ini saya tak bisa menangis atau pun tertawa, semuanya adalah campuran emosi. Saya sangat-sangat bahagia," ucapnya lagi.
Mir menambahkan bahwa ia memang perlu waktu mencerna kemenangan yang menjadi wujud mimpi sepanjang hidupnya ini. "Ketika anda mengikuti satu mimpi seumur hidup dan meraihnya, saya masih tak percaya. Perlu satu momen untuk memahami ini. Bagi saya ini adalah... Saya tak bisa berkata-kata," tutupnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Senin 16 November 2020