Sebelum balapan, Bottas berada di urutan kedua klasemen pebalap dengan 192 poin, sedangkan Hamilton di urutan teratas dengan 282 poin. Hamilton akan menjadi juara dunia jika Bottas finis di luar enam besar di GP Turki, terlepas hasil yang diperoleh Hamilton. Jika kondisinya demikian, maka koleksi poin Hamilton tak akan bisa dikejar di tiga seri tersisa. Dan rupanya situasi di trek benar-benar memihak Hamilton.
Mobil Bottas mengalami spin hingga tercecer di papan bawah di lap pertama dan akhirnya finis di urutan ke-14. Sementara Hamilton, meski awalnya berjuang keras di trek yang basah karena hujan, namun pada akhirnya berhasil naik secara perlahan.
Gelar juara kali ini juga menjadi yang ketujuh bagi Hamilton, setelah sebelumnya menang di 2008, 2014, 2015, 2017, 2018, dan 2019. Dari tujuh gelar ini, gelar pertama dimenangi bersama McLaren, sedangkan sisanya bersama Mercedes.
Driver Inggris itu juga menyamai rekor Schumacher, yang sebelumnya menjadi satu-satunya pebalap yang juara dunia tujuh kali. Sebelumnya, ia sudah melampaui rekor 91 kemenangan milik Schumacher.
"Untuk semua anak-anak di luar sana yang punya mimpi luar biasa... kalian juga bisa melakukannya. Saya percaya pada kalian. Terima kasih semuanya, atas dukungan yang diberikan," ujar Hamilton di radio mobilnya seusai balapan.
Sementara juara dunia empat kali Sebastian Vettel memuji Lewis Hamilton sebagai pembalap terhebat di eranya. Pebalap Jerman itu langsung memberi selamat kepada sang rival yang dengan 94 kemenangan di kariernya itu, Hamilton menjadi pembalap tersukses dalam sejarah F1. "Saya mengatakan kepadanya bahwa sangat spesial bagi kita karena kita bisa menyaksikan sejarah dibuat hari ini," kata Vettel. "Dia adalah pembalap terhebat di era kami. Bagi saya, secara emosional, Michael akan selalu menjadi pembalap terhebat tapi tidak diragukan lagi Lewis adalah yang terhebat dalam hal prestasi yang ia raih. Dia telah menyamai gelar kejuaraan, dia memiliki lebih banyak kemenangan balapan, dia punya lebih banyak posisi pole," lanjutnya.
Lewis Hamilton telah memenangkan gelar juara dunia yang ke-4 secara beruntun sejak musim 2017. Podium di GP Turki merupakan kemenangan ke-73 Hamilton bersama Mercedes. Catatan itu merupakan rekor baru untuk kemenangan terbanyak dengan satu konstruktor. Hamilton juga telah mencetak rekor selalu mendapatkan poin dalam 47 balapan secara berturut. Bahkan, Hamilton selalu mendapatkan poin dalam 80 dari 81 Grand Prix terakhirnya.
Sementara Valterri Bottas dibajak oleh tim Mercedes agar memudahkan Hamilton untuk meraih gelar juara, seperti pendahulunya Nico Rosberg ketika balapan di GP Abu Dhabi pada tahun 2014. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Senin 16 November 2020.