Ronde pertama, Khabib Nurmagomedov meladeni pertarungan atas Justin Gaethje. Tapi di ronde kedua, Khabib mampu menekan Justin dan memberinya triangle choke. Leher petarung asal AS terkunci, dirinya menyerah. Khabib kembali menang dan menyempurnakan rekornya 29-0.
Begitu duel tuntas, Khabib Nurmagomedov bersimpuh. Air matanya tumpah, mengingat mendiang sang ayah, Abdulmanap Nurmagomedov. Abdulmanap meninggal dunia dunia pada usia 57 tahun di rumah sakit di Moskow, Rusia. Abdulmanap diketahui menderita penyakit jantung yang tak kunjung sembuh.
Bagi Khabib, ayahnya berperan besar dalam kariernya di dunia tarung bebas. Pun berkali-kali ketika Khabib memenangi duel, dia selalu mengucapkan terima kasih kepada ayahnya. Khabib Nurmagomedov mem-posting foto dirinya bersama mendiang sang ayah di Instagram pribadinya usai pertarungan itu.
"Ketika Allah bersamamu, tidak akan ada yang bisa mengalahkanmu. Terima kasih ayah atas segalanya, kamu mengajarkanku segalanya tentang hidup ini. Semoga Allah memberimu surga tertinggi," tulis caption-nya.
Presiden UFC Dana White mengungkapkan Khabib sempat masuk ke rumah sakit sebelum melakoni duel melawan Justin. Khabib bahkan ternyata harus bertarung dengan kondisi patah tulang pada dua jari kakinya saat berhadapan dengan petarung Amerika itu.
“Apapun yang telah terjadi dengan pria ini (Khabib), kita semua beruntung bisa menyaksikannya bertarung,” kata White. “Ternyata ketika dia di rumah sakit, dia mengalami patah tulang kaki... tiga pekan lalu. Jadi dia punya dua jari kaki dan tulang di kakinya yang patah... Itulah yang diceritakan oleh timnya. Dia tak pernah memberi tahu siapapun,” tambah dia.
Laga tadi merupakan yang pertama kalinya sejak ia mengalahkan Dustin Poirier di Abu Dhabi pada September 2019, sekaligus menjadi pertarungan terakhirnya sebagai petarung bela diri campuran (MMA) profesional.
Khabib yang pensiun pada usia 32 tahun merupakan pemegang gelar juara kelas berat ringan UFC sejak April 2018 sampai pertarungan terakhirnya. Ia saat ini masih menjadi petarung MMA tak terkalahkan dengan mencatatkan rekor bertanding 29-0.
Justin mengungkapkan pesan kepada Khabib saat bersujud dan menangis di atas octagon. "Saya berkata pada dirinya,'Saya tidak punya kesempatan untuk mengucapkan duka secara langsung, saya turut berduka cita atas kehilangan ayahmu, namun kamu baru saja membuat ayahmu sangat bangga," tutur Gaethje.
Gaethje mengakui bahwa Khabib punya motivasi spesial untuk tampil di UFC 254 yaitu sebagai bentuk penghormatan pada sang ayah sehingga sulit bagi dirinya untuk mengalahkan hal tersebut.
"Dia jadi sosok petarung yang sulit untuk dikalahkan. Kami bertarung demi sesuatu namun berat untuk mengalahkan dirinya. Khabib bertarung untuk sesuatu yang spesial. Saya sudah siap untuk laga ini namun Khabib adalah sosok yang hebat dan dia lebih baik malam ini," tutur Gaethje. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Minggu 25 Oktober 2020.