Seusai balapan, Hamilton pun mendapat apresiasi secara tak langsung dari Schumacher. Lewat anaknya, Mick Schumacher, Hamilton mendapat hadiah salah satu helm legendaris milik sang juara dunia tujuh kali tersebut. "Saat kamu tumbuh dewasa menonton seseorang, mengidolakannya karena apa yang sudah dicapainya, tahun demi tahun, balapan demi balapan," kata Hamilton seusai balapan.
"Melihat dominasinya yang bertahan lama, aku tak berpikir ada orang, terutama aku, yang bisa mendekati rekor Michael. Ini penghargaan yang luar biasa," lanjut pria 35 tahun itu.
Saat ini, Hamilton memimpin klasemen pebalap dengan 230 poin. Ia unggul 69 poin dari Bottas yang ada di urutan kedua dan 83 poin dari Max Verstappen di urutan ketiga. Balapan musim ini menyisakan enam seri lagi.
Hamilton akan memecahkan rekor jumlah kemenangan di F1 jika kembali berhasil menjadi yang teratas di seri berikutnya, yakni F1 GP Portugal pada Minggu (25/10) pekan depan.
Hamilton mengatakan menyamai rekor Schumacher dengan kemenangan ke-91 tak pernah dia bayangkan sebelumnya. "Saya tidak tahu apa artinya bagi pebalap lain ketika mereka meraih kemenangan ini, tetapi perlu beberapa waktu bagi Anda untuk menganalisisnya dan untuk memahami, untuk menyadari apa arti sebenarnya," kata pebalap berusia 35 tahun itu.
"Saya rasa sampai di Formula 1 adalah langkah pertama dari mimpi itu dan tentunya menyamai (tiga gelar juara) Ayrton (Senna). Tapi Michael terlalu jauh. Saya tak pernah menyangka aku bisa sampai di sini hari ini menyamai dia dan saya merasa tersanjung saat ini dan kesempatan yang diberikan Mercedes saat saya berusia 13 tahun,” paparnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Senin 12 Oktober 2020 dengan judul Hamilton tak pernah membayangkan meraih kemenangan ke-91