Djokovic yang memburu gelar Grand Slam ke-18 berjuang pada set ketiga dengan balik menyamakan skor 3-3, namun kehilangan servis akibat double fault pada gim kesebelas. Ini melapangkan jalan Nadal membukukan kemenangan ke-100 di Roland Garros lewat sebuah ace. "Pertama sekali tentu selamat kepada Novak atas turnamen hebat lainnya, maaf untuk hari ini," kata Nadal yang kini sudah mengalahkan Djokovic dalam semua dari tiga final French Open.
"Di Australia (dalam final 2019) dia menghabisi saya. Kami sudah begitu sering bermain, satu hari satu kemenangan, hari lain kemenangan lain," sambung Nadal.
Djokovic sudah lima kali berturut-turut memenangi final Grand Slam sejak dikalahkan Stan Wawrinka pada Australian Open 2016, namun Nadal tidak mengeluh sekalipun berada dalam stadion berdesain baru, dengan atap dan kurangnya penonton di tengah krisis Covid-19.
Nadal yang berusia 34 tahun tidak mengira bisa menyamai pencapaian Federer. "Menang di sini berarti segalanya. Saya tak mengira hari ini adalah kemenangan ke-20 dan menyamai Roger dalam angka hebat ini, hari ini sungguh sebuah kemenangan Roland Garros dan itu berarti segalanya bagi saya. Ini kisah cinta saya dengan kota ini dan lapangan ini tak terlupakan," kata Nadal.
Sementara Novak Djokovic tak mengira ternyata butuh upaya yang luar biasa agar bisa mengalahkan Nadal. "Saya tak mau banyak omong tetapi saya benar-benar dikalahkan oleh Rafa, oleh pemain yang lebih baik di lapangan ini," kata unggulan teratas teratas ini yang sejatinya difavoritkan mengakhiri dominasi Nadal di Roland Garros.
"Dia sama sekali tak pernah gagal dan mengembalikan setiap bola, sungguh secara taktis bermain bagus. Saya merasa bagus sekali sepanjang turnamen ini. Saya kira saya sudah dalam performa yang hebat," sambung Djokovic. "Luar biasa. Saya mengagumi semua pencapaiannya, maksud saya, terutama pencapaian di sini," kata Djokovic tentang rekor menang-kalah Nadal di Roland Garros yang kini menjadi 100-2. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Senin 12 Oktober 2020 dengan judul Ketika Djokovic Mengakui Nadal Memang Fenomenal