Buat Vinales, hasil itu menegaskan dirinya tak cuma jago saat latihan atau kualifikasi tapi melempem dalam balapan. Bukan apa-apa, dari tujuh seri MotoGP 2020 ia memang sudah tiga kali menjadi pole sitter termasuk dalam balapan kemarin.
Buat rider Monster Energy Yamaha MotoGP itu, ini menghadirkan kemenangan kedelapan dalam kariernya di kelas MotoGP. Hasil di Misano juga merupakan kemenangan pertamanya selepas naik podium teratas di MotoGP Malaysia 2019 pada 3 November tahun lalu.
Keberhasilan Maverick Vinales meraih kemenangan di MotoGP Emilia Romagna 2020 sekaligus bikin gelaran MotoGP 2020 ini sudah memiliki enam pemenang berbeda dari tujuh seri balapan. Empat dari ketujuh pemenang race MotoGP musim ini tersebut bahkan baru sekarang bisa naik podium teratas, yakni Fabio Quartararo, Brad Binder, Miguel Oliveira, dan Franco Morbidelli. Cuma Andrea Dovizioso dan Vinales yang sudah pernah menang di musim lalu.
Seperti seri-seri balapan sebelumnya musim ini, MotoGP Emilia Romagna 2020 juga tak kekurangan aksi di lintasan. Sebut saja Francesco Bagnaia yang jatuh saat sedang memimpin balapan, atau kegagalan Valentino Rossi finis akibat crash.
Dengan hasil dari balapan seri ketujuh tersebut, klasemen MotoGP 2020 untuk sementara juga makin sengit saja. Empat rider teratas cuma terpaut empat angka, mulai dari Dovizioso, Quartararo, Vinales, dan Joan Mir. Bahkan posisi delapan besar di papan klasemen sementara pun cuma berselisih tepat 25 angka.
Sengitnya persaingan MotoGP 2020 ini akan langsung berlanjut di MotoGP Catalunya 2020 yang dilangsungkan pada pekan ini di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo. Pebalap Tim Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso, menyebut lomba tahun in I jauh lebih aneh daripada musim lalu.
Sebab, banyak pembalap tampak memiliki peluang untuk bisa bersaing memperebutkan gelar juara. "Ini adalah kejuaraan yang lebih aneh daripada yang lalu. Ada banyak pembalap cepat dan Mir yang membuat comeback hebat,” ujar Dovizioso dikutip okezone.com. “Tapi, kami memiliki peluang. Kami berada di titik tengah. Meski begitu, semuanya bisa dibatalkan di bagian kedua kejuaraan,” tukasnya.
Sementara Maverick Vinales menerangkan pemilihan ban yang tepat adalah kunci dirinya jadi juara. “Sekarang saya hanya berpikir bahwa saya percaya diri dan memahami potensi saya. Saya menunjukkan kepada tim saya bahwa kami tidak bisa menyerah. Dalam balapan kali ini kami membuat setidaknya keputusan ban yang sama dengan yang lain,” ujar Vinales.
“Kami mengadakan pertemuan besar, mereka semua memahaminya. Saya dapat mengatur waktu yang sangat bagus di sektor pertama dalam balapan kali ini dan memberikan tekanan yang ekstrim,” lanjut The Top Gun.
Jatuhnya Francesco Bagnaia di lap ke-21 padahal sudah memimpin balapan jadi keuntungan besar Vinales yang akhirnya merebut podium pertama. 'Pecco' harus keluar dari lintasan karena mengalami lowside ketika sedang menikung. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di detik.com hari Senin 21 September 2020 dengan judul MotoGP 2020 Tambah Sengit! Ada 6 Pemenang Berbeda dari 7 Race