Dalam upacara penyerahan trofi, Dominic Thiem mengaku bangga karena gelar Grand Slam pertama dalam kariernya adalah US Open. Thiem juga mengapresiasi penampilan Zverev yang menurut dia pantas mendapat trofi juara. "Saya ingin berbicara tentang Sascha (panggilan Zverev) terlebih dahulu. Kami berdua sudah saling mengenal sejak 2014," kata Thiem dikutip dari kompas.com. "Saya ingat ketika kami masih menampati ranking 100-an dunia. Sejak saat itu, kami berduda sudah bersahabat,. Kemudian, pada 2016, saya pikir kami sudah bersaing sangat sengit hingga menjadi rival di lapangan,. Kami melalui perjalanan panjang yang luar biasa untuk bisa sampai di titik ini. Saya berharap kita bisa mendapatkan dua pemenang hari ini. Kami berdua pantas mendapat trofi juara," paparnya.
Di sisi lain, Zverev selaku unggulan kelima terlihat berkaca-kaca karena gagal memberikan gelar juara US Open 2020 untuk kedua orangtuanya. Meski demikian, Zverev tetap mengucapkan selamat kepada Thiem yang meraih gelar Grand Slam pertamanya. "Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Saya ingin memberi selamat kepada Dominic. Itu adalah pertarungan yang sulit. Di sini saya memberikan pidato runner-up. Terima kasih kepada tim saya karena tetap menemani, terutama dua tahun terakhir yang mudah. Semoga suatu hari kami akan mengangkat trofi ini. Saya juga ingin berterima kasih kepada orangtua saya. Saya berharap suatu hari saya dapat membawa pulang piala ini," ucap Zverev yang sudah terlihat ingin menangis. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di kompas.com hari Senin 14 September 2020 dengan judul Final US Open 2020, Dominic Thiem Juara dan Ukir Sejarah