Mereka merasa besar sehingga berusaha membuat diri mereka 'besar'. Dorongan ego dalam diri membuat mereka merentangkan tangan usai mencetak gol. Dan penonton akan sadar hal ini lebih banyak terjadi dalam pertandingan yang penting.
Striker Liverpool, Mohamed Salah selebrasi seperti ini saat mencetak gol di final Liga Champions. Cristiano Ronaldo juga melakukan yang sama saat mencetak gol lewat tendangan bebas kala Timnas Portugal menghadapi Timnas Spanyol di Piala Dunia.
Semakin penting dan besar sebuah pertandingan, maka semakin besar tensinya. Begitu pula dengan kegembiraan seorang pemain usai mencetak gol di laga itu. Pasalnya, para pemain mencoba melepas tekanan saat kepercayaan diri melambung.
Merentangkan tangan juga bisa menjadi demonstrasi atas kepercayaan diri serang pemain kepada pemain lain. Di momen kebahagiaan ini, nyaris emosi pemain tidak terkontrol. Mereka merentangkan tangan ke rekan setim dan fans.
Alhasil, ketika seorang pemain melakukan selebrasi gol seperti ini, maka kita akan mengetahui bahwa pemain tersebut sedang memiliki kepercayaan diri tinggi yang ekstrim. Bukti bahwa bahasa tubuh tidak bisa berbohong.
Di sisi lain, ketika kebobolan atau menelan kekalahan, kepercayaan diri seorang pemain terpukul. Dan tubuh mereka menjadi lebih ‘tertutup’. Bagaimanapun tingkat pertandingannya, reaksinya nyaris sama buat semua pemain.
Sementara itu, meski mayoritas pemain berlari tidak terkontrol dan merentangkan tangan usai mencetak gol, ada beberapa pemain yang memiliki cara sendiri dalam melakukan selebrasi. Seperti yang dilakukan Cristiano Ronaldo striker Juventus, Paulo Dybala, superstar Barcelona, Lionel Messi, hingga bintang PSG, Kylian Mbappe yang memiliki selebrasi ikonik berbeda. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Kamis 10 September 2020 dengan judul Fakta Unik: Kenapa Banyak Pemain Rentangkan Tangan saat Selebrasi Gol?