Pada awal sepak bola dimainkan di Inggris, wasit di lapangan menggunakan sapu tangan berwarna putih untuk menunjukkan atau menjadi tanda dari pelanggaran. Namun, karena tak mampu menjangkau banyak pemain, cara ini dianggap tak efektif.
Dikutip korankaltim.com dari pssi.org, sebenarnya, peluit sudah dikenal di zaman China Kuno yang dibuat menggunakan biji pohon ek. Namun, pada masa itu peluit memiliki fungsi sebagai tanda jika ada penyusup yang masuk ke daerah mereka.
Untuk sepak bola, peluit pertama kali digunakan mulai tahun 1878 pada pertandingan yang mempertemukan Nottingham Forest kontra Sheffiled Norfolk. Dia adalah Joseph Hudson yang sebelumnya membuat peluit pada tahun 1868 di Birmingham dan kemudian juga digunakan oleh pihak kepolisian Inggris pada tahun 1883 sebagai alat bantu komunikasi.
Pada tahun 1884, Hudson kembali menemukan peluit yang lebih nyaring dan dikenalkan dengan nama “Acme Thunder”, jenis peluit yang bertahan hingga sekarang. Bahkan peluit Hudson, tak hanya digunakan oleh polisi dan wasit sepak bola, tapi juga sampai music reggae. Karena keberhasilannya, Hudson juga mendirikan pabrik peluit di Birmingham yang telah memproduksi lebih dari 200 juta peluit dan bertahan hingga sekarang. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dikutip korankaltim.com dari berbagai sumber hari Rabu 26 Agustus 2020.