Terakhir kali mereka gagal mencetak gol adalah pada saat dikalahkan oleh Manchester City dengan skor tipis 0-1 pada babak perempat final Liga Champions musim 2015/2016 silam.
Real Madrid kini menjadi satu-satunya klub lain yang mampu menciptakan gol pada 34 pertandingan beruntun di pentas Eropa, dengan klub ibu kota Spanyol itu mencatatkannya pada periode 2011 hingga 2014 silam.
PSG mencapai semifinal pertamanya sejak musim 1994/1995 silam setelah menaklukan Atalanta di perempat final, namun mereka tidak pernah melenggang ke final setelah disingkirkan dengan agregat 3-0 oleh AC Milan pada 15 tahun yang lalu.
Kini, mereka melangkah ke partai final Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah, setelah Angel Di Maria dan Juan Bernat menambah dua gol lain menit 42 dan 56 yang memastikan tim asuhan Thomas Tuchel tersebut menang dengan skor 3-0. Les Parisien kini menunggu lawannya di partai puncak antara Bayern Munich kontra Olympique Lyon yang berlaga dini hari nanti sementara final digelar di Estadio da Luz Senin (24/8/2020) dini hari pekan depan
"Ini luar biasa! Kami di sini untuk tampil di laga final dan menjadi juara," ujar Thomas Tuchel dikutip korankaltim.com dari tempo.co. "Pemain melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka sudah menunjukkan kualitas, rasa lapar, serta determinasi. Perpaduan yang sangat bagus dan kami memang layak meraih kemenangan di laga ini." tegasnya
"Di laga ini, kami hanya ingin mempertahankan prinsip permainan kami, mengontrol ruang dan memanfaatkan kecepatan yang dimiliki oleh Di Maria, Mbappe, dan Neymar. Ini merupakan kompetisi untuk para pemain besar dan kami harus bisa membuat mereka nyaman. Kami tak boleh terlalu banyak beradaptasi dengan permainan lawan. Kami harus menunjukkan kekuatan kami sendiri, dan tim telah menunjukkan rasa lapar serta keinginan untuk berjuang bersama," papar Tuchel.
Sementara kekalahan ini membuat kejutan RB Leipzig berakhir. Kendati kecewa, pelatih Leipzig Julian Nagelsmann mengklaim torehan mereka sudah luar biasa. “Kami memainkan musim yang bagus, kami berhasil mencapai semifinal Liga Champions yang merupakan pencapaian yang luar biasa. Kami bangga akan hal itu. Kami frustrasi, tentu saja, tetapi kami akan mengumpulkan kekuatan baru menjelang musim depan,” kata Nagelsmannn. “Lawan kami lebih kuat dari kami. Tidak mudah untuk menghadapinya. Kami memulai dengan baik tetapi kebobolan gol pertama dari bola mati yang membuat segalanya menjadi sulit,” lanjut pelatih muda tersebut.
Ia menyebut gol kedua menghancurkan mereka dan Neymar jadi bintang PSG. “Setelah gol kedua, kepercayaan para pemain kami turun.untuk Neymar, kami tidak akan menjadi tim pertama yang tidak mampu menghentikannya dan kami tidak akan menjadi yang terakhir,” imbuhnya.
Kapten Leipzig Yussuf Poulsen menegaskan, walau gagal ke final, mereka sudah sangat bangga. “Kami berbicara tentang apa yang bisa kami lakukan lebih baik, tapi kami hanya ingin menikmati berada di sini. Kami bangga dengan apa yang telah kami capai sepanjang musim dan kami tahu apa yang harus kami lakukan dengan lebih baik,” sebut Poulsen. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di tempo.co hari Rabu 19 Agustus 2020 dengan judul Capai Final Liga Champions, PSG Samai Rekor Real Madrid