Pengumuman pemecatan Quique Setien disampaikan melalui akun Twitter @FCBarcelona. "Quique Setien tak lagi menjabat sebagai pelatih tim. Pelatih baru akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari restrukturisasi tim," begitu isi pernyataan yang dituliskan Barcelona soal pemecatan Setien dikutip korankaltim.com dari detik.com
Quique Setien sendiri sebelumnya baru menjabat sebagai pelatih Barcelona pada Januari 2020. Saat itu, dia menggantikan posisi Ernesto Valverde yang ditendang dari Camp Nou. Total selama tujuh bulan menangani tim Barcelona, Setien sudah menjalani 25 pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya, dia membawa Barca menang 16 kali, imbang 4 kali, serta 5 kali tumbang dan tanpa meraih satu pun piala.
Sejumlah nama pun digadang-gadang bakal menjadi calon pengganti Setien di Barcelona. Mulai dari Ronald Koeman, Mauricio Pochettino, hingga Thierry Henry.
Seiring dengan pemecatan Setien, nama Ronald Koeman disebut jadi kandidat kuat penggantinya.
Pria Belanda itu diisukan bakal segera merapat ke Barcelona. Saat ini dia sedang mengurus proses pengunduran diri dari Timnas Belanda. Koeman yang pernah sukses sebagai pemain Barcelona dianggap sosok yang tepat menggantikan Setien karena dia tahu betul karakter tim yang ditanamkan sejak era kepelatihan Johan Cruyff.
Di balik itu semua, Barcelona juga diingatkan rekam jejak Koeman. Mengutip ESPN, dia pernah gagal ketika menangani Everton. Datang ke Premier League pada musim 2017/2018, Koeman digadang-gadang bisa membawa Everton berjaya. Dia diberi keleluasan di bursa transfer. Manajemen Everton berani menggelontorkan dana mencapai 174 juta US dollar (Rp2 triliun) untuknya. Itu adalah pengeluaran terbesar sepanjang sejarah mereka. Tapi kenyataannya berkata lain. Dia dipecat oleh manajemen ketika baru memimpin dalam sembilan pertandingan Premier League. Everton ketika itu terpuruk. Bahkan saat ditinggalkan, posisi tim berjuluk The Toffees ada di zona degradasi. (*)