Mampu mendominasi pertandingan di Estadio Jose Alvalade, Minggu (16/8/2020) dini hari tadi ternyata belum cukup buat tim asuhan Pep Guardiola lolos ke empat besar. Bahkan mereka tertinggal lebih dulu di babak pertama lewat gol yang dibuat Maxwel Cornet dan baru bisa menyamakan skor 1-1 pada babak kedua lewat sepakan Kevin de Bruyne.
Sayang ambisi pemain City akhirnya kandas untuk mencetak gol kedua. Alih-alih menggandakan kedudukan justru Lyon yang mampu mencuri gol kedua lewat Moussa Dembele di menit 79. Dembele hanya butuh empat menit untuk membawa Lyon unggul setelah masuk di menit 75 untuk menggantikan Memphis Depay.
Lyon sukses mengatur ritme permainan hingga akhirnya gol ketiga pun lahir di menit 87. Lagi-lagi Dembele yang jadi aktor ketangguhan Lyon setelah menyelesaikan umpan Houssem Aouar. Ini adalah gol ketiga yang dicetak Dembele ke gawang City dari empat pertemuan.
Upaya City untuk mengejar ketinggalan akhirnya sia-sia. Tambahan waktu yang diberikan wasit pun akhirnya terbuang dan mengantarkan Lyon ke semifinal. Selanjutnya Lyon akan bertemu dengan Bayern Muenchen.
Kesalahan Josep Guardiola memasang formasi tim di laga ini disebut sebagai biang kekalahan City. Guardiola mengandalkan tiga bek dengan formasi 3-5-2, diluar kebiasaannya yang menggunakan empat pemain belakang. Tiga bek tengah Fernandinho, Eric Garcia, dan Aymeric Laporte sebagai starter melawan Lyon. Celakanya, Lyon juga menggunakan formasi yang sama dan terlihat Pasukan Rudi Garcia terlihat jauh lebih cocok dan nyaman dengan pola itu.
Guardiola mengungkapkan strateginyamenggunakan tiga bek lantaran tidak meyakini bek tengahnya cukup cepat untuk mengatasi serangan cepat pemain depan Lyon. Dia menurunkan pemain muda Eric Garcia untuk berpasangan dengan Fernandinho dan Aymeric Laporte, juga karena kekurangan pilihan kreatif sampai dia mengirim Riyad Mahrez menggantikan Fernandinho di awal babak kedua.
"Tidak ada bek tengah kami yang terlalu cepat jadi kami lebih solid membuat tiga bek. Sayangnya pada awalnya kami kesulitan mencetak gol di depan gawang," kata Guardiola dikutip korankaltim.com dari sindonews.com.
"Tiga tahun berturut-turut dalam posisi itu (perempat final)kami tersingkir. Apa yang telah dilakukan orang-orang ini, mereka layak untuk lolos dan melaju ke semifinal tetapi kami tidak mampu. Hidup adalah bagaimana Anda berdiri lagi dan musim depan kami akan mencoba lagi. Musim depan akan sangat kuat dan lebih baik, tetapi sekarang bukan waktunya memikirkan hal ini, kami akan mencoba untuk tidur sebentar dan kemudian mulai memikirkan musim depan."tutupnya
Pelatih Lyon Rudi Garcia mengaku sudah mengantisipasi permainan The Citizens. "Anda harus mengantisipasi segalanya melawan Guardiola, tetapi kami telah memenangkan pertarungan taktis," kata Garcia. "Kami telah menguasai formasi kami dengan baik. Kami kembali ke skema hibrida untuk menghentikan De Bruyne." imbuhnya.
Kunci sukses lainnya, kata Garcia, Lyon punya semangat yang lebih tinggi saat bertemu lawan yang dinilai lebih unggul dari mereka. "Saya bangga dengan pasukan saya," imbuhnya. "Kami percaya pada diri sendiri. Kami tahu kami bukan favorit melawan tim besar, tapi kami berhasil lolos dengan mencetak tiga gol dan hanya kebobolan satu. Ini terkait dengan semangat kolektif kami. Kami melihat semua orang bekerja pada level yang tinggi satu sama lain,” kata mantan pelatih AS Roma ini. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di sindonews.com hari Minggu 16 Agustus 2020 dengan judul Lyon ke Semifinal Liga Champions Usai Singkirkan Manchester City.