Inter patut merayakan kelolosan ini karena mereka sudah menunggu sekian lama. Wakil Italia itu terakhir kali maju ke semifinal kompetisi Eropa pada musim 2009/2010, saat jadi juara Liga Champions. Setelahnya Inter paling mentok mencapai babak perempatfinal semusim setelahnya. Kemudian Inter menurun prestasinya karena cuma bisa tampil di Liga Europa dan itu pun mentok di babak 16 besar. Sekalinya lolos ke LIga Champions dua musim terakhir, Inter juga kandas di babak grup. "Kami membuktikan kepada semua orang yang menyebut kami tidak solid, kami adalah tim hebat dan kami punya nyali," ujar Barella dikutip korankaltim.com dari republika.com
Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku tak mempedulikan rekor yang dicetaknya di Liga Europa. Lukaku menjadi orang pertama yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan berturut-turut di Liga Europa atau pada masa lalu bernama Piala UEFA.
“Rekor adalah rekor, tapi kemenangan itu sangat penting. Leverkusen adalah tim dengan kualitas hebat dan pelatih luar biasa. Kami membuat terlalu banyak kesalahan di depan, karena kami tidak menyelesaikan peluang dan bisa menang lebih banyak," kata Lukaku.
Sementara manajer Inter Antonio Conte mengaku sudah memperkirakan kemenangan timnya di laga ini "Kami sangat puas karena performa pemain sangat bagus. Kami sudah mempersiapkannya dengan matang, tidak pernah membiarkan Leverkusen menguasai bola. Kami menyiapkan semua itu saat latihan," kata Conte
"Lawan tidak kami berikan kesempatan sama sekali, dan para pemain memiliki banyak kesempatan untuk bisa mencetak lebih dari dua gol. Pemain menunjukkan betapa laparnya mereka dan pentingnya kerja keras. Kami berkesempatan tampil di semifinal dan patut bangga. Mulai dari sekarang kami harus bersiap-siap untuk semifinal," imbuhnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di republika.com hari Selasa 11 Agustus 2020 dengan judul Setelah 10 Tahun, Inter Akhirnya ke Semifinal Kompetisi Eropa Lagi.