Real Madrid punya misi berat memutarbalkkan ketertinggalan 1-2 dari leg pertama 16 besar Liga Champions, saat tandang ke Etihad Stadium, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB, menghadapi Manchester City.
Tugas itu makin berat ketika Raheem Sterling membawa City unggul 1-0 di menit keenam. Tapi, Madrid bangkit untuk menyamakan skor pada menit ke-26 lewat Karim Benzema. Madrid terus menjaga asa lolos hingga babak kedua.
Hingga akhirnya gol Gabriel Jesus di menit ke-68 membuat Madrid tumbang dengan skor 1-2 dan tersingkir dari kompetisi ini dengan agregat total 2-4. Kekalahan yang turut mematikan peluang Madrid bertakhta lagi di kompetisi ini.
Lebih menyakitkan lagi adalah untuk Zidane yang kehilangan kesempurnaannya di ajang ini. Sebab, Zidane sebagai pelatih tidak pernah tumbang di fase gugur sekalipun dan selalu mengakhiri musim sebagai jawara Liga Champions.
Dilansir dari detik.com, pada musim 2015/2016, Zidane yang menggantikan Rafael Benitez menyingkirkan AS Roma, Wolfsburg, dan Manchester City, sebelum mengalahkan Atletico Madrid di final, Semusim setelahnya giliran Napoli, Bayern Munich, Atletico, dan Juventus disikat untuk merebut trofi ke-12.
Trofi ke-13 didapat pada 2017/2018 saat melalui adangan Paris Saint-Germain, Juventus, Bayern, dan Liverpool. Sayangnya, rekor Zidane itu harus tumbang di tangan Manchester City yang kini diasuh Pep Guardiola, mantan pelatih musuh bebuyutan Madrid, Barcelona.
Real Madrid akhirnya harus puas hanya merebut satu gelar LaLiga 2019/2020. Bisakah Zidane mengembalikan status Madrid sebagai jawara Eropa musim depan? Kita tunggu saja.
Editor: M.Huldi
Berita ini sudah tayang di detik.com pada Sabtu, 8 Agustus 2020 dengan judul "Zidane Akhirnya Gugur Juga di Fase Knockout Liga Champions".