Dengan hasil ini, mereka mengumpulkan 86 poin. Dengan sisa satu laga, Madrid sudah tak mungkin dikejar Barcelona yang di saat bersamaan kalah 1-2 dari Osasuna dan baru mengumpulkan 79 poin.
Presiden Madrid Florentino Perez menyebut gelar kali ini terasa spesial buat klubnya karena mampu mengalahkan Barcelona seusai masa lockdown, serta meraih kemenangan beruntun sejak kompetisi bergulir lagi pada Juni lalu. “Kami sangat bahagia. Semua penggemar, staf pelatih, para pemain... Masa lockdown menjadi sangat penting buat seluruh pemain," ungkap Perez. "Mereka berlatih dengan baik dan punya mental serta motivasi buat kembali dan memenangkan gelar ini. Pencapaian ini tentu tidak mudah, tetapi kami semua melihat buah perjuangan yang mereka lakukan. Gelar Liga yang spesial ini akan masuk dalam sejarah Madrid," katanya seperti dikutip korankaltim.com dari detik.com.
Titel Liga Spanyol 2019/2020 menjadi gelar LaLiga ke-34 Madrid sepanjang sejarah. Los Merengues terakhir kali menjadi kampiun Negeri Matador pada musim 2016/2017. Kejeniusan sang juru taktik, Zinedine Zidane tak lepas dari hasil bagus Madrid ini. Zidane menorehkan tinta emas di sejarah Madrid. Zizou jadi pelatih pertama Los Blancos yang mampu membawa klub itu juara tiga kali beruntun.
Rekor Zidane semakin bertambah apik setelah mampu membawa Madrid juara Liga Spanyol dua kali. Zidane kali pertama meraih juara Liga Spanyol sebagai sang pelatih pada musim 2016/2017.
Yang menarik, Zidane justru tampaknya lebih mudah meraih Liga Champions ketimbang di Liga Spanyol. Salah satu faktor sukses Zidane di kompetisi level Eropa tersebut adalah kehadiran Cristiano Ronaldo. Sejumlah trofi lainnya yang juga dikoleksi Zidane sebagai pelatih Madrid adalah juara Piala Super Eropa dan juara Piala Super Spanyol.
Satu hal yang menjadi kelebihan Zidane adalah dia berani bertaruh untuk melakukan eksperimen dalam skuatnya. Awalnya memang tak langsung berbuah manis. Sebaliknya, Los Blancos pernah mengalami kekalahan dengan strategi coba-coba sang pelatih.
Namun pada akhirnya, Zidane mampu menemukan keseimbangan yang diharapkan dalam timnya. Dia juga mampu berperan sebagai 'konsultan' para pemain bintang untuk menjaga performa terbaik di lapangan. Kali ini Benzema yang jadi proyek kejeniusan Zidane. Dia mampu mengubah pemain itu dari striker seret gol jadi bomber sarat gol musim ini di La Liga Spanyol. (*)
Berita ini sudah tayang di detik.com Jumat, 17 Juli 2020 dengan judul
Real Madrid Vs Villarreal: Menang 2-1, Los Blancos Juara Liga Spanyol!