Djokovic mengatakan, salah satu tujuannya mengikuti turnamen Adria Tour guna berbagi pesan solidaritas dan kasih sayang. Petenis 33 tahun itu menjelaskan, seluruh aktivitasnya dalam sebulan terakhir termasuk di ajang tersebut dilakukan dengan niat yang tulus. "Tur dirancang untuk membantu dan menaikkan petenis dari Eropa Tenggara mendapatkan akses ke beberapa turnamen yang kompetitif, sementara beberapa tur lain ditunda karena Covid-19," ucap Djokovic seperti dikutip korankaltim.com dari cnnindonesia.com.
Faktor lain yang membuat juara Grand Slam 17 kali itu sepakat dengan digelarnya Adria Tour kurva virus corona yang menurun di kedua wilayah tersebut, sehingga kriteria menggelar turnamen terpenuhi. Selain itu, dana yang terkumpul dari ajang tersebut akan diberikan kepada yang membutuhkan, dan hal tersebut mengugah batin Djokovic untuk terlibat di dalamnya. "Sayangnya, virus ini masih ada, dan itu kenyataan baru bahwa kita masih belajar mengatasinya dan hidup dengan itu. Saya berharap, segala sesuatunya akan berkurang, sehingga kita semua bisa melanjutkan kehidupan seperti semula," tutur Djokovic.
Dalam kesempatan tersebut Djokovic juga mengaku sangat menyesal dengan setiap penularan yang terjadi karena virus corona. Ia berharap hal tersebut tidak menular kepada orang lain. "Saya akan tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan, dan akan kembali melakukan tes dalam lima hari," kata Djokovic. (*)