Tradisi 1 poundsterling dari Harold itu terus berlanjut bahkan ketika Giggs telah menjelma jadi salah satu bintang Liga Inggris dan masuk jajaran pemain terbaik di dunia. "Dia mulai memberikan itu sejak saya masih muda dan terus melakukannya. Ketika saya berusia 19 atau 20, saya berkata pada Harold untuk menghentikannya. Namun dia kukuh untuk terus melakukannya dan memberikan bonus itu. Harold sungguh sosok yang brilian. Dia bahkan terus memberikan poundsterling itu pada saya [ketika saya sudah memasuki usia 30-an]," kata Giggs.
Selain cerita bonus satu poundsterling, salah satu rahasia kehebatan Ryan Giggs di Manchester United adalah ia selalu membuat tantangan makan coklat bergantung pada penampilan di lapangan. Giggs mengakui ia menerapkan peraturan pribadi yang didasarkan pada penampilan di lapangan. Bila Giggs bermain baik, ia akan menghadiahi diri sendiri roti mentega dan coklat.
"Bila saya bermain baik, saya akan memakan roti bakar dengan penuh mentega. Bila saya merasa tampil lemas di lapangan, saya tidak akan mendapatkan roti dengan banyak mentega. Saya juga menyimpan coklat saya di lemari sampai akhirnya saya bisa mencetak gol [untuk kemudian memakannya]," tutur Giggs dikutip dari situs resmi klub.
Giggs mengakui ia sangat menyukai coklat dan roti dengan banyak mentega. Makanan favorit itu akhirnya dijadikan Giggs sebagai pemicu untuk terus tampil
bagus. "Saya menyukai coklat. Saya juga menyukai roti bakar dengan banyak mentega dibandingkan makanan lain. Ketika saya tidak bermain baik dan merasa lambat di lapangan, saya tak memakan itu sama sekali," kata Giggs seperti dilansir cnnindonesia.com. (*)