The Doctor pun mengaku merasa trauma mengaspal berdekatan dengan Marquez. Tindakan Marquez, disebutkan Rossi, begitu berbahaya dan membuat orang-orang ketakutan. “Dia tak pernah punya rasa hormat ke lawannya,” tegas Rossi.
Rossi meminta agar Marc Marquez dijatuhi hukuman berat karena sudah membuat MotoGP menjadi olahraga berbahaya. Dia juga membantah akan menjadi musuh bagi Marquez karena sejatinya permusuhan sudah terjadi sejak lama, sejak keduanya terlibat insiden di MotoGP 2015 silam dimana Rossi sudah tidak ingin membuang waktu dengan bertemu dengannya. “Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Marquez setelah 2015, jadi hari ini tidak mengubah apapun,” ucap Rossi. “Saya cuma mengatakan ciao ketika kami bertemu, karena itu lebih mudah, dan saya cuma kehilangan sedikit waktu,” imbuh pembalap berjuluk The Doctor tersebut.
Ucapan Rossi ini cukup mengejutkan publik. Karena pada awal musim 2016, keduanya telah berdamai. Namun, rupanya The Doctor punya anggapan lain. Perdamaian Rossi-Marquez ternyata cuma basa-basi.
Sementara Marquez justru meminta Rossi berkaca. Dia tak ingin Rossi munafik, sebab di masa muda gaya membalapnya juga agresif. “Saya hanya mencoba fokus 100 persen untuk memacu motor. Valentino juga begitu ketika masih berusia 25 tahun, dan semua orang ingat itu,” ujar Marquez dikutip dari Crash.
Dorna Sports selaku promotor MotoGP akhirnya mengeluarkan pernyataan terkait insiden Rossi dan Marquez. Dalam pernyataannya CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta menyerahkan semua keputusan pada FIM MotoGP Stewards Panel. “Mereka adalah orang-orang yang dinominasikan FIM dan IRTA. Mereka mengambil keputusan, yang jelas tidak akan saya putuskan,” paparnya.
Mengenai insiden, Ezpeleta menuturkan pihaknya akan mengadakan pembicaraan dengan para pembalap. “Pada (pertemuan) Komisi Keselamatan Grand Prix berikutnya dengan para pebalap, di Austin, kami akan membahas situasi ini dan kami pasti akan mengambil beberapa pengalaman dari hal tersebut,” tutupnya. (crc)