Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengatakan kemenangan pada laga sebelumnya di Bali menjadi suntikan motivasi bagi skuat Pesut Etam untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Menurutnya, kondisi tim saat ini cukup positif, baik dari sisi mental, fisik maupun suasana latihan selama menjalani persiapan di Yogyakarta.
“Kemenangan di Bali menjadi tambahan motivasi untuk pertandingan ke depan. Anak-anak selama menjalani latihan di Yogyakarta juga sangat enjoy dan fokus dengan program-program latihan yang diberikan,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, atmosfer dalam tim sejauh ini terjaga dengan baik. Kondisi fisik pemain dinilai optimal dan rasa percaya diri mulai tumbuh menjelang laga krusial kontra Persijap Jepara.
“Situasi tim bagus, fisik pemain juga dalam kondisi baik. Ini yang kami harapkan menjadi modal kepercayaan diri. Tetapi kami juga tidak boleh menganggap enteng lawan. Fokus dan mental pemain harus tetap terjaga,” tegasnya.
Dandri menekankan kepada seluruh pemain, perjuangan Borneo FC belum selesai. Ia meminta para pemain tetap menjaga fokus demi mempertahankan peluang yang masih ada.
“Saya selalu mengatakan kepada anak-anak bahwa perjuangan ini belum habis. Kita masih menjaga asa yang ada. Karena itu fokus harus tetap dijaga,” katanya.
Selain kesiapan tim di lapangan, Dandri juga berharap dukungan penuh dari masyarakat Samarinda dan para suporter setia Pusamania dapat menjadi energi tambahan bagi tim saat menghadapi Persijap Jepara.
Ia mengaku tersentuh dengan inisiatif para suporter yang menggelar salat hajat demi mendoakan perjuangan Borneo FC.
“Dukungan masyarakat Samarinda sangat penting bagi kami. Teman-teman Pusamania bahkan menyelenggarakan salat hajat, dan itu menjadi hal yang luar biasa bagi tim. Harapan kami tentu ingin menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Meski demikian, Dandri menegaskan pihaknya tidak ingin bergantung pada hasil pertandingan tim lain dan memilih fokus terhadap perjuangan sendiri.
“Kita tidak berharap dengan hasil orang lain. Biarkan Allah yang menentukan takdir terbaik untuk Borneo FC,” tambahnya.
Terkait keputusan memilih Yogyakarta sebagai tempat transit dan pemusatan latihan sementara sebelum bertolak ke Jepara, Dandri menyebut langkah tersebut diambil demi menjaga fokus pemain.
Menurutnya, apabila tim terlalu lama berada di Bali, dikhawatirkan konsentrasi pemain bisa terganggu.
“Kalau konsentrasi di Bali, saya khawatir anak-anak akan ke mana-mana. Bukan berarti mengekang, tetapi kami ingin tim lebih fokus,” jelasnya.
Selain faktor fokus, Yogyakarta juga bukan tempat yang asing bagi Borneo FC. Sebelumnya, tim juga pernah menjalani pemusatan latihan di kota tersebut sehingga fasilitas dan suasananya sudah sangat mendukung kebutuhan tim.
“Sarana latihan di Yogyakarta juga sudah familiar bagi kami karena sebelumnya pernah menjalani TC di sana. Jadi saya pikir ini menjadi modal persiapan yang baik sebelum menghadapi pertandingan,” tutupnya.
Editor: Erwin