Tim memilih langsung bertolak ke Yogyakarta guna menjalani masa persiapan dan pemulihan (recovery) jelang laga berikutnya melawan Persijap Jepara yang dijadwalkan berlangsung, Minggu, 27 Mei 2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Manajemen menilai keputusan ini sebagai langkah strategis, agar kondisi pemain tetap prima dan fokus menghadapi laga tandang berikutnya.
Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, menjelaskan keputusan untuk tidak kembali ke Kota Samarinda diambil demi menjaga kebugaran pemain. Perjalanan jarak jauh dinilai dapat menguras energi, terlebih tim akan menghadapi laga penting di akhir musim.
“Di dua pertandingan terakhir ini kami memang menjalani laga di luar kandang. Kalau dihitung-hitung, lebih baik kami tetap berada di Pulau Jawa saja sambil mempersiapkan diri menghadapi Persijap,” ujar Dandri saat dikonfirmasi belum lama ini.
Menurutnya, langkah ini juga membantu mengurangi kelelahan akibat perjalanan panjang yang tidak perlu, sehingga pemain bisa lebih fokus pada pemulihan dan program latihan.
Dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi pemusatan latihan bukan tanpa alasan. Selain fasilitas yang memadai, para pemain sudah cukup familiar dengan kondisi kota tersebut, baik dari sisi lingkungan maupun cuaca.
Dandri menambahkan jarak antara Yogyakarta dan Jepara juga relatif lebih dekat, sehingga memudahkan proses mobilisasi tim menjelang pertandingan.
“Kalau ditempuh lewat perjalanan darat, jaraknya sekitar 217 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam. Dengan kondisi seperti ini, pemain bisa lebih terjaga kebugarannya,” jelasnya.
Manajemen berharap masa persiapan selama kurang lebih satu pekan di Yogyakarta dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan konsentrasi dan performa tim.
Laga melawan Persijap dinilai tidak akan mudah, sehingga persiapan matang menjadi kunci utama.
“Yang pasti pemain akan lebih konsentrasi selama persiapan di Yogyakarta. Kami akan menghadapi pertandingan yang tidak mudah, jadi semua harus dipersiapkan dengan maksimal,” pungkasnya.
Editor: Erwin