Tampil dalam tekanan dan tuntutan harus menang demi menyamakan poin 75 dengan Persib Bandung demi menjaga asa juara, Pesut Etam kian under pressure setelah Teppei Yachida mencetak gol untuk tuan rumah menit 21 yang bertahan sampai turun minum. Remontada 1-2 diciptakan anak-anak dari Kota Tepian babak kedua lewat gol spektakuler Mariano Peralta menit 49 dan brace pemain asal Argentina itu via penalty menit 74. Dua menit berselang, bek Borneo FC Caxambu melakukan gol bunuh diri membuat skor imbang 2-2. Namun lagi-lagi gol luar biasa dicetak Borneo FC, kali ini dari gelandang Juan Villa menit 79 dan skor 2-3 bertahan sampai laga usai.
Sejatinya Borneo FC mencetak dua gol tambahan pada pertandingan ini namun dianulir wasit karena offside usai peninjauan VAR. Selain Peralta, man of the match dilaga yang berjalan impresif tersebut adalah kiper Nadeo Argawinata. Penyelamatan gemilang kiper timnas Indonesia itu menghindarkan Borneo FC dari kekalahan atas Serdadu Tridatu.
Borneo FC tertahan di peringkat kedua karena kalah catatan head to head dari tim Maung Bandung yang memuncaki klasemen sementara.
Usai laga pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lafundes, menyatakan persaingan memperebutkan takhta tertinggi musim ini berlangsung sangat ketat dan memprediksi penentuan juara kemungkinan besar harus menunggu hingga laga terakhir kompetisi berakhir.
"Kemungkinan persaingan akan terjadi hingga pertandingan terakhir dan saya sangat menikmati ini," kata Lafundes melansir dari laman resmi klub Selasa (12/5/2026) hari ini
Lafundes berharap anak asuhnya tidak terbebani dengan situasi klasemen saat ini dan terus berjuang sampai akhir. Pria asal Brasil itu mengaku sangat puas dengan performa konsisten anak asuhnya dan menyebut keberhasilan timnya menembus papan atas merupakan hasil kerja keras kolektif yang luar biasa sepanjang musim.
“Fokus internal tim untuk tetap bekerja dalam diam dan itu menjadi kunci kesuksesan menyamai poin di puncak klasemen saat ini,” ungkapnya.
Perebutan gelar juara kini menyisakan dua pertandingan krusial bagi kedua tim. Borneo FC selanjutnya menghadapi Persijap Jepara Minggu (17/5/2026) malam dan sepekan setelahnya menghadapi Malut United di Stadion Segiri pada pertandingan terakhir kompetisi musim 2025/2026.
Sementara Persib Bandung menghadapi tantangan berat saat bersua PSM Makassar di Parepare dan Persijap Jepara di Bandung pada hari sama kala Borneo FC berlaga. Kegagalan meraih poin di sisa laga ini akan menjadi penentu bagi kedua tim dalam mengangkat trofi juara.
Sementara pelatih Bali United Johnny Jansen mengkritik sportivitas pemain Borneo FC yang diabaikan pada pertandingan ini. Semua berawal saat penyerang Bali United, Boris Kopitovic sengaja membuang bola keluar lapangan demi memberikan waktu perawatan bagi pemain Borneo FC yang cedera.
Namun ketika pertandingan dimulai kembali, pemain Borneo FC dianggap tidak mengembalikan bola tersebut kepada Bali United sebagai bukti sportivitas hingga berujung pada handsball di kotak terlarang dan penalty untuk tim tamu.
“Saat bola dimainkan, mereka justru tidak membuangnya namun malah memainkannya. Sehingga penalti itu tercipta," ujar Jansen.
Jansen menegaskan kegagalan mereka meraih poin sangat dipengaruhi oleh insiden tidak terduga tersebut dan yakin anak asuhnya bisa meraih hasil lebih baik jika prinsip keadilan dalam bermain tetap dijaga oleh kubu lawan di lapangan hijau. “Kalau penalti tidak terjadi, laga kemungkinan besar berakhir imbang," tegas Jansen.
Terlepas dari itu, pria asal Belanda tersebut memberikan evaluasi mengenai performa anak asuhnya yang menurun setelah turun minum padahal Bali United sempat menunjukkan dominasi permainan pada paruh pertama sebelum akhirnya tekanan Borneo FC meningkat drastic dibabak kedua. “Peralta tampil bagus dengan dua golnya," puji Jansen.
Editor: Aspian Nur