Menghadapi Semen Padang di Stadion Segiri Samarinda Sabtu (25/4/2026) malam nanti, Pesut Etam berpeluang besar menyamakan poin karena sebelum laga ini selisih kedua tim 66-63. Itu artinya kemenangan bagi Borneo FC bisa membuka persaingan juara Super League musim 2025/2026 kian sengit disaat kompetisi menyisakan enam laga.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes pun menegaskan seluruh pertandingan sisa musim ini ibarat laga final. Karena itu pria asal Brasil itu meminta anak asuhnya tampil maksimal demi menjaga peluang juara.
“Setiap laga adalah final. Saya sudah sampaikan kepada pemain kami harus terus meraih poin penuh jika ingin tetap berada di papan atas,” ujar Lafundes kepada media jelang pertandingan malam nanti.
Penyerang Borneo FC Koldo Obieta menilai laga kontra Semen Padang menjadi langkah awal penting dari enam pertandingan tersisa musim ini. “Sangat penting bagi kami untuk menang di kandang,” tegas Obi.
Dukungan penuh suporter di Stadion Segiri sangat diharapkan karena bisa menjadi tambahan energi bagi tim untuk meraih kemenangan.
Pertandingan nanti akan dipimpin wasit asing Muhammad Nazmi bin Nasaruddin asal Malaysia. Terkait hal itu Lafunedes meminta komite wasit bersikap objektif dan memastikan pertandingan berjalan adil, mengingat ketatnya persaingan di papan atas klasemen.
“Komite wasit harus pintar memilih. Jangan sampai ada wasit yang membela satu tim, harus adil. Kami sudah bekerja keras berbulan-bulan, jangan sampai dirusak oleh hal-hal yang tidak bagus,” tegasnya.
Terlepas dari itu, Lafundes berharap anak asuhnya mempertahankan karakter permainan yang selama ini menjadi kekuatan utama tim.
“Mereka harus menikmati pertandingan. Bermain keras dan kasar bukan karakter tim ini. Kami harus bermain solid,” ucapnya.
Sementara itu meski berada di zona degradasi, skuat Kabau Sirah datang dengan misi mencuri poin demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air.
Semen Padang saat ini terpuruk di peringkat ke-17 dengan 20 poin. Pelatih Semen Padang Imran Nahumarury mengakui timnya datang dengan kekuatan pincang. Gelandang asing andalan Alhassan Wakaso dipastikan absen. Namun Imran menegaskan semangat juang anak asuhnya tidak akan luntur.
“Kami respek dengan Borneo FC, tapi kami harus bermain maksimal dan bertekad mencuri poin di Stadion Segiri. Saya percaya kami bisa melakukannya,” tegas Imran.
Menghadapi lini serang Borneo FC yang mematikan, Imran memastikan timnya tidak akan menerapkan taktik man-to-man marking hanya pada satu pemain, termasuk sang predator Mariano Peralta karena kedalaman skuat Pesut Etam sangat merata di semua lini.
“Borneo FC tak hanya punya satu-dua pemain bagus. Mereka bermaterikan banyak pemain berkualitas lainnya. Jadi kita tidak fokus menjaga pemain tertentu saja. Semua pemain Borneo FC harus kita waspadai,” sebut Imran.
Bagi Semen Padang, setiap menit di Stadion Segiri adalah perjuangan hidup mati. Dengan kompetisi yang hanya menyisakan enam pertandingan, pulang tanpa poin akan membuat langkah mereka semakin berat untuk keluar dari jeratan zona merah.
Imran menginstruksikan para pemainnya untuk meminimalisir kesalahan sekecil apa pun. Mengingat Borneo FC sangat klinis dalam memanfaatkan peluang, disiplin taktik menjadi kunci bagi mereka jika ingin memberikan kejutan di Samarinda dan merusak skenario juara anak-anak dari Kota Tepian.
Editor: Aspian Nur