Selain Indonesia dan Saint Kitts and Nevis yang berasal dari Zona Concacaf, dua negara lain yang berpartisipasi pada ajang ini adalah Bulgaria yang berasal dari UEFA dan Kepulauan Solomon yang merupakan wakil OFC menjadi tamu.
Di laga perdana, Indonesia akan bertemu dengan St. Kitts and Nevis Jumat (27/3/2026) malam sementara Bulgaria menghadapi Kepulauan Solomon. Pemenang dari dua laga tersebut bakal bertemu dalam laga final.
Sejak Senin (23/3/2026) lalu, 24 pemain berlatih Indonesia di bawah arahan pelatih John Herdman sudah berlatih di Jakarta.
Meski di atas kertas Skuad Garuda lebih diunggulkan, Herdman menegaskan lawan yang akan dihadapi tidak bisa dipandang sebelah mata. Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini sekaligus menjadi ujian awal bagi Herdman dalam membangun fondasi permainan bersama tim barunya.
Sebagai pelatih yang sarat pengalaman internasional, Herdman ternyata sudah pernah berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis. Pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam menyusun strategi menghadapi pertandingan nanti.
Melansir dari bola.com, Herdman mengingat kembali pertemuannya dengan Saint Kitts and Nevis pada 2019 saat masih menangani Timnas Kanada. Ia menyebut laga tersebut berjalan sangat sulit meski berakhir dengan kemenangan.
"Saya pernah bermain melawan Saint Kitts and Nevis pada 2019 di kandang mereka. Itu sulit, sangat sulit," ungkap Herdman. "Kami menang 1-0. Tapi mereka tim yang serupa, dengan pemain yang kurang lebih sama, hanya pelatihnya yang berbeda. Jadi kami belum benar-benar tahu apa yang akan kami hadapi," lanjutnya.
Berdasarkan hasil analisis tim pelatih, Saint Kitts and Nevis memiliki karakter permainan yang cukup khas. Mereka dinilai mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, dan permainan langsung.
Gaya bermain seperti ini bisa menjadi ancaman jika tidak diantisipasi dengan baik. Terutama bagi tim yang cenderung menguasai bola seperti Indonesia.
Herdman memastikan para pemainnya sudah dipersiapkan untuk menghadapi situasi tersebut, termasuk dalam hal disiplin bertahan dan kesiapan transisi. "Analisis kami menunjukkan mereka punya profil transisi, kekuatan, kecepatan, dan bermain sangat langsung. Jadi kami harus siap menghadapi serangan balik," jelas Herdman.
Dengan kombinasi kewaspadaan dan fokus internal, Rizky Ridhod kk diharapkan mampu tampil solid saat menghadapi Saint Kitts and Nevis. Laga ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk karakter tim di era baru bersama John Herdman. "Tapi karena kami berisikan staf kepelatihan baru, kami harus fokus pada diri kami sendiri," tegasnya.
Editor: Aspian Nur