Saat kemenangan tampak di depan mata, Persija justru kehilangan konsentrasi di injury time. Borneo FC mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+4 via Ikhsan Nur Zikrak, sekaligus memaksa laga berakhir imbang.
Persija gagal mendekati Persib Bandung dipuncak klasemen karena mengemas 51 angka dimana Persib mengantongi 54 poin, sementara Borneo FC mengumpulkan 50 poin diposisi ketiga klasemen.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes menilai pertandingan berjalan luar biasa dan menarik untuk ditonton. Meski datang dengan target meraih tiga poin, ia tetap mensyukuri hasil imbang yang diraih timnya.
"Ini pertandingan yang luar biasa untuk dua tim. Kami datang dengan ide untuk dapat tiga poin. Memang tidak bisa, tapi satu poin ini sangat penting karena kami sempat tertinggal beberapa kali dan bisa balas lagi," ujar Lafundes.
Borneo sempat kesulitan menghadapi tekanan tinggi tuan rumah. "Mereka punya kekuatan di sisi lapangan, itu sudah kami analisa sebelumnya. Kami pakai struktur yang memang ada risiko dimanfaatkan di samping dan mereka manfaatkan itu," papar pria asal Brasil itu.
“Fisik pemain saya sangat luar biasa. Gelandang-gelandang saya juga bermain sangat bagus," tambahnya.
Hasil ini membuat Borneo mengamankan empat poin dari dua pertemuan melawan Persija musim ini. Fabio menegaskan timnya kini fokus ke laga berikutnya menghadapi Persebaya Surabaya sebelum kembali melawan puncak klasemen Persib Bandung.
Keberhasilan membawa pulang poin ke Samarinda dianggap sebagai modal berharga, mengingat ketatnya persaingan di papan atas.
“Walaupun belum dapat tiga poin di kandang Persija tapi kami bersyukur berhasil bawa satu poin ke Samarinda,” kata gelandang Borneo FC Rivaldo Enero Pakpahan.
Hasil imbang ini sekaligus memperpanjang napas Borneo FC dalam persaingan memperebutkan gelar juara musim ini. Rivaldo menegaskan setiap poin yang diraih saat ini sangat menentukan langkah tim ke depan.
Satu poin ini menjadi krusial dalam upaya tim asal Kalimantan Timur tersebut tetap berada di jalur juara. “Menjaga asa kami untuk bercita-cita sebagai juara musim ini,” tegasnya.
Sementara pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menyayangkan kegagalan timnya meraih poin penuh. “Seharusnya kami bisa menang sejak babak pertama. Kami memiliki setidaknya empat peluang emas untuk mencetak gol di babak pertama tapi menyia-nyiakan begitu banyak peluang,” kata Souza.
Mauricio juga menyoroti aspek mental dan organisasi permainan yang dinilainya menjadi penyebab gagalnya Persija mengamankan kemenangan. “Ada kurangnya usaha, kurangnya komitmen defensif, kurangnya pemahaman momen pertandingan,” ucapnya lagi.
Editor: Aspian Nur