Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Singo Edan yang kesulitan bangkit usai tertinggal cepat sejak awal pertandingan.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui gol di awal laga menjadi faktor krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
“Pertandingan sangat sengit. Arema sudah bermain serius dan pemain tampil bagus, tapi kami sudah tertinggal sejak menit ke-7,” kata Marcos.
“Di babak pertama kami tidak bisa mencetak gol untuk mengejar. Babak kedua saya bicara dengan pemain dan kami lebih siap, tapi sudah sulit karena tertinggal dari awal,” tambahnya.
Memasuki babak kedua, Arema tampil lebih agresif dan mampu mendominasi penguasaan bola. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Borneo FC.
Namun, dominasi tersebut tak sepenuhnya berbuah manis karena efektivitas penyelesaian akhir menjadi persoalan utama.
Pemain Arema, Pablo De Oliveira, menilai kekuatan Borneo FC saat bermain di kandang menjadi pembeda dalam laga tersebut.
“Babak pertama Borneo memang luar biasa di kandang. Babak kedua Arema sudah bagus, tapi kami kurang gol di babak pertama. Kami hanya bisa cetak satu gol, itu sulit karena sudah tertinggal,” kata Pablo.
Menjawab pertanyaan mengenai dominasi Arema di babak kedua namun tetap kesulitan mencetak gol tambahan, Marcos Santos menegaskan situasi tertinggal tiga gol lebih dulu membuat tekanan semakin berat.
“Saat sudah ketinggalan 3-0, walaupun Arema mendominasi di babak kedua, tetap sulit. Kami berjuang, tapi terlalu cepat kebobolan dan terlalu cepat tertinggal jauh. Itu membuat situasi semakin berat,” jelasnya.
Meski kalah, Marcos tetap memberikan apresiasi khusus kepada salah satu pemainnya, Fablo, yang baru kembali merumput setelah absen panjang akibat cedera parah selama satu tahun.
“Saya juga senang karena Fablo sudah sangat bagus. Dia satu tahun cedera parah, sekarang sudah bisa bergabung lagi. Itu hal positif untuk tim,” terangnya.
Kekalahan ini menjadi PR besar bagi Arema FC untuk memperbaiki konsistensi permainan, terutama dalam mengantisipasi tekanan awal lawan dan meningkatkan ketajaman lini depan.
Sementara itu, kemenangan di kandang semakin mengukuhkan Borneo FC sebagai tim yang sulit ditaklukkan di Stadion Segiri, Samarinda.
Editor: Erwin