Sejak laga dimulai, Borneo FC langsung mengambil kendali permainan. Gol pembuka lahir cepat pada menit ke-7 melalui aksi bek tangguh Caxambu setelah memanfaatkan umpan terukur dari Mohammad Anez, Caxambu sukses menuntaskan peluang dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Arema FC, yang dikenal dengan julukan Singo Edan, tampak kesulitan mengembangkan permainan. Alih-alih menyamakan skor, lini belakang tim tamu justru terus berada dalam tekanan akibat permainan dinamis lini tengah Borneo.
Keunggulan tuan rumah bertambah pada menit ke-26. Juan Felipe Villa mencatatkan namanya di papan skor usai menyelesaikan peluang dengan penyelesaian akhir yang tenang dan terukur, skor berubah menjadi 2-0.
Dominasi tuan rumah berlanjut hingga menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-42, Juan Villa kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari kerja sama dengan Mariano Peralta, ia melepaskan tembakan yang tidak mampu diantisipasi kiper Arema. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 bagi Borneo FC.
Memasuki babak kedua, Arema FC mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Pergerakan Dalberto di lini depan beberapa kali merepotkan pertahanan tuan rumah dan sempat mengancam gawang yang dikawal Nadeo Argawinata. Namun, peluang tersebut belum membuahkan hasil.
Gol balasan Arema akhirnya tercipta pada menit ke-63. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Gustavo Franca, Dalberto memenangkan duel udara dan menyundul bola ke gawang Borneo. Skor berubah menjadi 3-1.
Setelah gol tersebut, Arema FC terus menekan. Meski demikian, lini belakang Borneo FC tampil disiplin dan mampu meredam setiap serangan hingga peluit panjang dibunyikan.
Tambahan tiga poin ini membuat klub asuhan Fabio Lefundes itu kini mengoleksi 49 poin, memperkuat posisi mereka dalam persaingan papan atas klasemen BRI Super League musim 2025/2026. Sementara itu, Arema FC harus pulang dengan PR besar untuk memperbaiki konsistensi permainan di laga berikutnya.
Editor: Erwin