Pertandingan ini menjadi krusial bagi Pesut Etam yang berambisi menjaga asa dalam persaingan papan atas klasemen.
Tambahan tiga poin menjadi target mutlak bagi tuan rumah. Pasalnya, jika gagal meraih kemenangan, jarak dengan dua tim di atasnya, yakni Persib Bandung dan Persija Jakarta, berpotensi semakin melebar.
Saat ini Borneo FC tertinggal empat angka dari para pesaingnya tersebut. Meski demikian, hasil pertandingan tidak akan mengubah posisi Borneo FC di peringkat ketiga klasemen.
Apa pun hasilnya, mereka tetap bertahan di posisi tersebut karena selisih poin yang ada. Namun, kemenangan tetap penting untuk menjaga tekanan terhadap dua tim teratas.
Di sisi lain, Arema FC datang dengan motivasi tinggi. Tim berjuluk Singo Edan itu menargetkan kemenangan demi memperbaiki posisi mereka yang kini masih tertahan di papan tengah klasemen.
Hasil positif akan membuka peluang bagi Arema untuk merangsek naik dan memperketat persaingan.
Laga ini diprediksi berlangsung sengit. Borneo FC ingin bangkit dari hasil kurang memuaskan pada pertandingan sebelumnya, sementara Arema bertekad mempertahankan tren positifnya di putaran kedua.
Dalam empat pertandingan terakhir di paruh kedua musim, Arema belum tersentuh kekalahan.
Secara statistik, Borneo FC memiliki catatan lebih baik dalam lima pertemuan terakhir melawan Arema. Dari lima laga tersebut, Pesut Etam sukses meraih empat kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.
Pada pertemuan putaran pertama musim ini, Borneo FC bahkan mampu mencuri kemenangan 3-1 di Stadion Kanjuruhan, markas Arema.
Namun demikian, kekalahan terakhir Borneo dari Arema pada musim 2023/2024 justru terjadi di kandang sendiri.
Fakta ini menjadi pengingat bahwa laga kandang tidak selalu menjamin hasil positif. Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui persiapan timnya terbilang singkat.
Meski demikian, ia memastikan seluruh pemain telah memahami kekuatan lawan dan strategi yang akan diterapkan, termasuk menjaga kondisi fisik selama bulan puasa.
“Kami hanya punya waktu singkat. Tapi kami dan juga para pemain sudah tahu informasinya. Termasuk bagaimana kami mengontrol kondisi selama puasa ini,” ujar Fabio.
Terkait isu tekanan setelah timnya tergusur dari posisi dua besar, Fabio menegaskan dirinya tidak melihat situasi tersebut sebagai beban.
Dia menilai persaingan di kompetisi ini memang sangat ketat dan tidak ada lawan yang mudah.
“Untuk pertama kali kami tergusur di posisi tiga, karena selama ini kami konsisten di peringkat atas. Tapi yang harus diingat, klub yang bersaing dengan kami saat ini memiliki anggaran jauh lebih besar. Saya merasa bangga dengan itu,” pungkasnya.
Editor: Erwin