Dalam laga tersebut, Pelatih Persiba Balikpapan Leonard Tupamahu melakukan sejumlah perubahan komposisi sejak awal. Beberapa pemain yang starter seperti termasuk gol eter Takumu Nishihara tidak langsung diturunkan. Pendekatan permainan tetap sama yaitu pola penguasaan bola dan membangun serangan dari bawah tetapi ritmenya tidak sepenuhnya stabil.
Serangan dibangun lewat kedua sisi lapangan, sementara lini tengah mencoba menjaga tempo. Sayangnya, baik Rishaldi Fauzi maupun Lorensius Amanat Sabda masih belum mampu mencatatkan namanya di papan skor. Peluang yang tercipta belum cukup tajam untuk menembus pertahanan Persipal yang bermain disiplin dan rapat.
Petaka datang lima menit setelah turun minum. Situasi bola mati di depan gawang tak mampu diantisipasi bersih oleh barisan belakang Persiba. Dalam kemelut tersebut, Fahad Abdullah berhasil mencocor bola ke gawang dan membawa Persipal unggul 1-0 pada menit ke-55.
Gol itu memaksa Persiba bermain lebih terbuka. Pergantian pemain dilakukan termasuk memasuki Takumu untuk meningkatkan agresivitas serangan. Tekanan demi tekanan diarahkan ke pertahanan Persipal, namun efektivitas kembali menjadi persoalan utama. Di sisi lain, Persipal beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat yang nyaris memperlebar keunggulan.
Ketika waktu normal hampir habis, Persiba mendapatkan peluang emas. Wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran di kotak penalti. Takumu maju sebagai eksekutor. Tendangannya sempat ditepis kiper Persipal, tetapi bola muntah kembali jatuh di hadapannya. Takumu lantas menyambar rebon tersebut dan mengirim bola ke dalam gawang pada menit ke-95. Gol dari situasi bola muntah itulah yang menyelamatkan Persiba dari kekalahan.
Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu menilai pertandingan berlangsung sesuai prediksi, penuh tekanan dan tidak mudah meski lawan berada di dasar klasemen. Ia melihat timnya berusaha mengontrol permainan, namun tetap kesulitan dalam penyelesaian akhir.
“Laga seperti ini memang berat. Kami pegang bola, kami coba atur tempo, tapi satu momen bisa mengubah semuanya,” ujarnya.
Ia mengakui efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas hingga pekan ini. Leonard juga menyoroti respons tim setelah tertinggal. Menurutnya, karakter untuk terus menekan hingga menit akhir menjadi nilai positif yang perlu dipertahankan.
“Kami tidak berhenti mencoba. Itu yang saya apresiasi,” tambahnya.
Laga tersebut sejatinya menjadi kesempatan emas bagi Beruang Madu untuk menjauh dari tekanan papan bawah. Namun karena gagal membawa pulang poin penuh, Persiba kini masih tertahan di peringkat delapan dengan torehan 16 poin, hanya unggul satu angkat dari PSIS Semarang yang berada di zona play off degradasi. Tim itu pula yang menjadi calon lawan Persiba pada laga berikutnya yang berlangsung di Stadion Batakan, (1/3/2026) mendatang.
Editor: Erwin