Ia memastikan manajemen dan tim pelatih telah mengantisipasi seluruh penyesuaian, baik dari sisi jadwal pertandingan maupun pola latihan.
Menurut Dandri, momentum Ramadan bukan menjadi hambatan, melainkan bagian dari dinamika kompetisi yang harus dijalani secara profesional.
“Untuk pemain asing, khususnya yang sudah lama berada di Indonesia atau di Samarinda, mereka sudah paham dengan pola latihan dan jam pertandingan di bulan Ramadan. Jadi sejauh ini tidak ada masalah,” tegas Dandri saat dihubungi, Minggu (22/2/2026).
Dia juga menjelaskan para pemain baru telah diberikan pemahaman terkait perubahan ritme aktivitas selama bulan puasa. Penyesuaian ini mencakup jadwal latihan hingga waktu kick-off pertandingan.
Dandri mengungkapkan, pertandingan kandang di Samarinda akan digelar pada malam hari selama Ramadan. Salah satu skenario yang disiapkan adalah kick-off pukul 21.30 WITA.
“Kalau kita main di Samarinda saat bulan puasa, misalnya kick-off jam 21.30 malam, tentu itu sudah diperhitungkan. Tidak mungkin pertandingan digelar saat pemain sedang berpuasa aktif. Jadi jadwal malam justru menjadi solusi yang ideal,” jelasnya.
Dengan jadwal tersebut, para pemain memiliki waktu cukup untuk berbuka puasa, beristirahat, serta melakukan persiapan sebelum pertandingan.
Dari sisi latihan, manajemen telah melakukan diskusi internal bersama jajaran pelatih. Pelatih kepala Fabio Lefundes disebut telah memiliki pengalaman menangani tim di bulan Ramadan.
Dandri menyebut, selama Ramadan sesi latihan akan dipersingkat menjadi sekitar satu jam, dengan waktu pelaksanaan menjelang waktu berbuka puasa, yakni sekitar pukul 16.30 hingga 17.30 sore.
“Coach Fabio memang membiasakan di bulan Ramadan latihan cukup satu jam saja, menjelang waktu berbuka. Jadi pemain tetap bisa menjaga kondisi tanpa menguras energi berlebihan,” ujarnya.
Menurutnya, skema tersebut dinilai efektif karena intensitas tetap terjaga, namun kondisi fisik pemain tidak terkuras secara ekstrem.
Lebih jauh, Dandri menegaskan apa pun skenario yang akan dihadapi tim ke depan, seluruh elemen Borneo FC harus siap berjuang.
“Saya percaya satu hal, apa pun situasinya, itu bagian dari perjuangan laga kita. Ramadan bukan alasan untuk menurun, tapi justru menjadi motivasi tambahan,” katanya.
Dengan persiapan matang dan komunikasi yang intens antara manajemen, pelatih, serta pemain, Borneo FC kata dia, mampu tampil maksimal saat menghadapi Dewa United, meski kompetisi berjalan di tengah suasana bulan suci Ramadan.
Editor: Erwin