Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, angkat bicara terkait mundurnya jadwal pertandingan yang seharusnya dimainkan 16 Februari pekan depan tersebut dan menegaskan Borneo FC menyikapi perubahan jadwal tersebut secara bijak.
“Yang jelas kami melihat secara bijak karena pertandingan kurang lebih tiga hari menjelang Lebaran. Kami bukan sekadar melakukan komunikasi biasa, tetapi berharap ada kebijaksanaan juga dari PT ILeague selaku operator,” ujar Dandri, Rabu (12/2/2026).
Menurutnya, Borneo FC tetap berupaya menjaga komunikasi yang baik dengan PT ILeague dan PSSI namun hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi lanjutan terkait kemungkinan perubahan jadwal kembali.
“Kalau memang masih bisa berubah tentu harus ada surat pemberitahuan terbaru. Tapi selama surat itu belum ada, mau tidak mau kami harus siap dengan skenario apa pun,” tegasnya.
Meski demikian fokus utama tim saat ini bukan pada polemik jadwal, melainkan pada pertandingan terdekat melawan Dewa United. “Saya tidak mau fokus di situ dulu. Kita fokus lawan Dewa dulu,” tegasnya
Selain membahas jadwal, Dandri juga menjelaskan kesiapan tim menghadapi pertandingan di bulan Ramadan. Manajemen dan tim pelatih telah mengantisipasi berbagai penyesuaian, termasuk waktu latihan dan jadwal pertandingan.
Pemain asing yang sudah lama berkarier di Indonesia tidak mengalami kendala berarti karena telah terbiasa dengan pola latihan dan pertandingan selama Ramadan. “Pemain asing yang sudah pernah berada di Indonesia atau di Samarinda sudah paham pola latihan dan jam pertandingan di bulan Ramadan. Jadi tidak ada masalah,” sebut Dandri.
Sementara untuk pemain baru, manajemen telah memberikan pemahaman sejak awal mengenai kemungkinan jadwal pertandingan malam hari selama bulan puasa. “Besar kemungkinan kick-off juga berlangsung di bulan puasa, misalnya kalau kita main di Samarinda jam 21.30 malam. Jadi tentu berbeda dengan hari biasa,” ucap Dandri lagi.
Terkait program latihan, Dandri mengungkapkan bahwa pelatih kepala Fabio telah menyiapkan pola khusus selama Ramadan. Latihan biasanya digelar pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa, dengan durasi sekitar satu jam.
“Coach Fabio membiasakan latihan di bulan Ramadan jam setengah lima sampai jam setengah enam sore, adi tidak ada masalah bagi pemain untuk menjalani program tersebut,” paparnya.
Apa pun skenario yang dihadapi, baik soal jadwal pertandingan maupun situasi Ramadan, tim tetap siap berjuang maksimal. “Saya percaya satu hal, ini bagian dari perjuangan laga kita. Apa pun situasinya, kita harus siap,” pungkas Dandri.
Editor: Aspian Nur