Laga antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Bandung Minggu (11/1/2026) sore besok praktis jadi penentu siapa diantara kedua tim yang bakal mengkudeta Pesut Etam di puncak klasemen.
Dengan poin 37 yang dikemas Borneo FC, selisih dua poin dengan Persib dan Persija, 35, itu berarti pemenang antara Maung Bandung atau Macan Kemayoran otomatis jadi juara paruh musim penutup putaran pertama.
Usai laga, Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes mengakui timnya tampil buruk. "Jujur saja, hari ini kami sama sekali tidak layak dengan pertandingan ini," ujar Lefundes.
Meski begitu, pria asal Brasil itu menegaskan persaingan di papan klasemen masih terbuka. Sejumlah tim pesaing seperti Persib Bandung, Persija Jakarta hingga Malut United masih berada dalam jarak poin yang memungkinkan perubahan posisi. "Kalau bicara klasemen, semuanya masih terbuka. Banyak hal masih bisa terjadi," katanya lagi.
Diakui Lafundes dirinya memiliki target pribadi yaitu membawa Borneo FC menutup putaran pertama kompetisi di papan atas klasemen. Namun, ia menekankan target tersebut harus dibuktikan lewat performa di lapangan. "Kalau saya harus memilih, saya ingin menutup putaran pertama di papan atas. Tapi itu harus dibuktikan di pertandingan-pertandingan ke depan," ujar Lafundes.
Fabio juga menyinggung beberapa mantan anak asuhnya yang kini mencetak gol ke gawang Borneo FC, diantaranya Javlon, yang pernah ia beri kepercayaan bermain di posisi berbeda. "Soal Javlon, dari satu sisi saya sedih karena dia mencetak gol ke gawang Borneo. Tapi di sisi lain saya juga senang. Artinya, kesempatan yang pernah saya berikan sekarang terlihat hasilnya," ungkapnya.
Menatap sisa musim, Fabio menegaskan Borneo FC masih memiliki 16 pertandingan tersisa untuk memperbaiki posisi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dan mental juara jika ingin bersaing hingga akhir kompetisi. "Kami harus tegakkan kepala. Masih ada 16 pertandingan lagi," tegasnya.
Mengenai ambisi juara, keberuntungan tidak bisa dijadikan sandaran utama dalam perjalanan panjang sebuah kompetisi. "Kalau kami ingin juara, jangan kasih kendor. Kami mungkin bisa beruntung satu atau dua kali, tapi tidak mungkin beruntung 16 kali," tutupnya.
Sementara Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena mengapresiasi tinggi seluruh elemen klub setelah timnya meraih kemenangan bersejarah karena menjadi kemenangan pertama sepanjang sejarah klub atas Pesut Etam.
Selain itu, tiga poin tersebut juga memastikan Persita mencatatkan raihan poin terbaik mereka di putaran pertama kompetisi. "Ini adalah kemenangan pertama melawan Borneo FC dalam sejarah Persita. Juga, menurut saya, ini adalah jumlah poin terbaik dalam putaran pertama dalam sejarah," ujar Pena
"Ini tentang orang-orang yang bekerja sangat keras di belakang layar. Banyak orang yang bekerja untuk klub ini. Saya sangat senang terutama untuk mereka," sebut pria asal Spanyol itu.
Editor: Aspian Nur